Pelayanan Publik yang Makin Melayani Masyarakat Trenggalek

Mas Syah saat hadir dalam koordinasi di forum penyelenggaraan pelayanan publik (Foto:Humas Kominfo Trenggalek)

TRENGGALEK,NUSANTARAPOS, – Peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Trenggalek, bahkan dalam melaksanakan peningkatannya telah meluncur dan telah terlaksana dua program yakni cafe pelayanan publik dan Mening Deh.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara usai menghadiri rapat Forum Koordinasi Pelayanan Publik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Program pelayanan itu berjalan, dimana semua layanan yang dimiliki di pusatkan satu pintu di pusat layanan saja.

Mas Syah sapaan akrab Wabup muda tersebut menyampaikan bahwa selain cafe pelayanan publik untuk memproses semua pelayanan melewati satu pintu tersebut, di awal tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali membuat terobosan dengan menjalankan program Makaryo Ning Deso yang merupakan akronim dari “Mening Deh”.

“Mening Deh ini istimewa karena semua pelayanan yang dimiliki dibawa ke desa untuk mendekat kan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya, Senin (13/3/2023).

Dijelaskan Mas Syah, program semua ini di digagas untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Pasangan pemimpin muda Trenggalek itu menyadari dengan topografi yang dimiliki, tidak semua masyarakat bisa mengakses kemudahan tekhnologi yang dihadirkan.

Selain itu dengan mendatangi pusat pelayanan pemerintah, maka masyarakat harus meluangkan waktu dan mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan layanan. Kemudian Mening Deh juga dipercaya dapat mengenali keluhan masyarakat lebih tepat, sehingga arah kebijakan nantinya sesuai harapan karena turun langsung.

“Ini salah satu upaya kami memperbaiki penyelenggaraan pelayanan publik. Karena pada dasarnya kami adalah abdi masyarakat, sehingga sudah sepantasnya kami memberikan pelayanan yang baik,” ucapnya.

Apalagi dituturkan Mas Syah, seruan perbaikan penyelenggaraan pelayanan publik juga disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi (PAN-RB), dimana arahan Presiden bahwa birokasi harus berdampak.

Selanjutnya, brokrasi bukan tumpukan kertas. Saat ini pihaknya terus mendorong pernyederhanaan birokrasi. Dulu konsentrasi tata kelola di hulu sekarang lebih ke hilir. Reformasi birokrasi akan baik bila kemiskinan itu turun. Serta pelayanan semakin dekat dengan masyarakat. (ADV)