Siapkan RKPD Tahun 2024, Pemkab Trenggalek Gelar Musrenbang Kabupaten

Gus Ipin saat membuka sekaligus menyampaikan pelaksanaan Musrenbang (Foto:Humas Kominfo Trenggalek)

TRENGGALEK,NUSANTARAPOS,- Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2024 di bertempat di Desa Karanganom Kecamatan Durenan, Selasa (14/3/2023).

Dihadiri seluruh jajaran Forkopimda serta tamu undangan, Bupati muda tersebut menyampaikan Musrenbang yang dalam masa jabatannya ini disusun benar-benar sesuai dengan program yang tersusun dalam visi dan misi pencalonannya.

Disampaikan Gus Ipin sapaan akrabnya, pelaksanaan ini digelar terutama untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah tahun 2024, serta menyelesaikan pelaksanaan kegiatan yang sempat tertunda.

Dalam hal ini pihaknya optimis jika masa pemerintahannya tidak terlalu buruk. Karena bisa dicontohkan olehnya seperti terkait indek pembangunan ekonomi inklusif yang mencapai target.

Kemudian pertumbuhan ekonomi dibandingkan tahun 2022 dengan 2021 dari 3,65 menjadi 4,52. Maka semua harus bersyukur, angka ini menunjukkan ekonomi masyarakat sudah menggeliat meskipun harus kita pacu.

“Juga seperti halnya arahan prioritas pembangunan untuk kepala rumah tangga perempuan. Kemudian upaya penenganan kemiskinan ekstrem 0% tahun 2024,” terangnya.

Gus Ipin juga menuturkan bahwa ada satu atensi utama tentang kemiskinan ekstrem yang menjadi salah satu amanat presiden selain stunting dan kemudahan investasi. Bila sebelumnya intervensi kemiskinan ekstrem dengan cara menambah pendapatan.

Seperti pemberian bansos ataupun program sejenisnya, Bupati Trenggalek berharap strateginya dirubah, kecuali bilamana masyarakat itu memang sudah statis tidak mampu berpenghasilan sendiri seperti lansia atau masyarakat berkebutuhan khusus.

“Untuk kedepan intervensi yang diberikan berupa program yang bisa mendorong kelurga di kelompok kemiskinan ekstrem ini bisa berdaya mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Karena penambahan penghasilan dianggapnya belum tentu menyelesaikan masalah. Maka dalam musrenbang tersebut, dirinya ingin pendataan dilakukan dengan benar. Perlu di pilah-pilah mana yang kepala keluarga laki laki, kepala keluarga perempuan, warga yang sudah tidak mungkin berpenghasilan sehingga intervensi yang diberikan tepat sasaran.

Juga tentang regrouping sekolah karena sekolah-sekolah pemerintah kehabisan murid juga menjadi atensi suami Novita Hardini. Bupati Arifin meminta kedepan regrouping sekolah tidak terjadi lagi. Bila masalahnya orang tua ingin anaknya selain pelajaran umum juga bisa mengaji, sekolah bisa menggandeng TPA dan pondok pesantren.

“Sehingga disekolah anak tidak hanya mendapatkan pelajaran umum, melainkan juga mengaji,” terangnya. (ADV)