Breaking News
Wisata Pantai Jadi Magnet Lebaran, Aparat Gabungan Amankan Jalur JLS Tulungagung Tulungagung – Sinergi TNI–Polri bersama instansi terkait kembali diperkuat dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Kali ini, tiga anggota Koramil Tipe B 0807/18 Tanggunggunung yang terdiri dari Pelda Wahyu Eko, Serda Guntoro, dan Kopda Melki, mendapatkan kehormatan untuk melaksanakan pengamanan di Pos Pengamanan (Pos Pam) Pertigaan Jalur Lintas Selatan (JLS), Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Senin (23/03/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk perbantuan TNI kepada Polri dalam rangka menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama momentum Lebaran. Pengamanan Pos Pam melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi, yakni 3 anggota TNI, 1 personel TNI AL, 6 anggota Polri, 3 petugas Dinas Kesehatan, serta 1 petugas Dinas Perhubungan. Pertigaan JLS Besuki sendiri menjadi titik strategis karena merupakan akses utama menuju kawasan wisata pantai di wilayah selatan Tulungagung. Pada momen libur Idul Fitri, jalur ini kerap mengalami peningkatan volume kendaraan seiring tingginya minat masyarakat untuk berwisata, sehingga memerlukan pengamanan ekstra dari aparat gabungan. Pelda Wahyu Eko menyampaikan bahwa dirinya merasa mendapat kehormatan dapat mewakili Koramil Tipe B 0807/18 Tanggunggunung bersama dua rekannya dalam menjalankan tugas perbantuan tersebut. “Ini merupakan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang kami emban sebagai aparat teritorial untuk turut mendukung pengamanan bersama Polri dan instansi terkait,” ujarnya. Lebih lanjut, Pelda Wahyu berharap kehadiran personel di Pos Pam dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, baik para pemudik maupun pengunjung wisata. “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan dengan lancar, masyarakat merasa aman, serta dapat menikmati perjalanan maupun liburan dengan nyaman,” tambahnya. Dengan adanya sinergi lintas sektor ini, diharapkan pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran di wilayah Tulungagung, khususnya di jalur strategis menuju kawasan wisata pantai, dapat berjalan optimal dan minim gangguan. Engineers Worldwide Join PetroSync ASME Training to Advance Their Careers Serda Asrofin Berikan Pembekalan Linmas Desa Tunggorono Babinsa Koramil Tembelang Perkuat Silaturahmi Lewat Komsos dengan Warga Kedunglosari Babinsa Koramil Jombang dan Perangkat Desa Gelar Halal Bihalal di Kampung Karangpakis

Organisasi Nelayan di Trenggalek Resmi Dilantik, Ini Pesan Bupati

Pelantikan HNSI langsung oleh Bupati Trenggalek

TRENGGALEK, NUSANTARAPOS, – Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin terus memikirkan kesejahteraan dan kemakmuran warganya, hal itu terbukti hari ini, Kamis (6/7/2023) Bupati muda tersebut resmi melantikHimpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Trenggalek.

Dengan adanya organisasi nelayan tersebut, pihaknya berharap ada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran bagi para nelayan. Terutama bisa menjadi jembatan penengah konflik-konflik nelayan.

Gus Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek tersebut menerangkan bahwa dirinya juga merupakan Ketua HNSI Jatim, sehingga besar menaruh harapan kepada kepengurusan baru di daerahnya, ini karbinet terbaik organisasi nelayanan yang telah di miliki pemerintah. Lebih lanjut potensi nelayan menjadi salah satu potensi yang harus digerakkan.

Terutama dimaksimalkan agar menjadi salah satu pilar pembangunan bagi seluruh masyarakat di Trenggalek. Apalagi pesisir Laut yang dimiliki sangatlah potensial. Tidak hanya lautnya yang indah, daratannya juga berdaya guna.

“Pesisir Trenggalek mulai dari Prigi, Munjungan kemudian yang ada di Panggul sangatlah indah. Kita itu punya peluang yang mungkin di daerah lain tidak punya,” ucapnya.

Manurut Gus Ipin laut Trenggalek tidak hanya berpotensi perikanan tangkap, namun juga potensi wisata. Mungkin daerah lain sisi daratnya bagus tapi aktivitas baik lainnya tidak bisa dilaksanakan. Kemudian sisi lautnya bagus namun daratnya kurang bagus.

Kalau semua tahu di beberapa tempat kampung-kampung nelayan mesti baunya amis, dalam tanda kutip kumuh. Tapi semua harus bersyukur di Trenggalek itu punya sisi darat yang cukup baik dan sisi laut yang juga terjaga.

“Keberadaan HNSI juga diharapkan juga bisa menjadi jembatan penengah konflik-konflik nelayan. Tentunya tidak bisa dihindari, konflik pasti ada tapi kita harus bisa mengendalikan,” tegasnya.

Harus ada solusi-solusi, dengan adanya HNSI menjadi jembatan-jembatan, friksi-friksi yang dipandang sebagai satu konflik itu bisa dikondisikan. Mendorong kesejahteraan nelayan, Bupati Trenggalek ini telah memanggil BUMD Jwalita Energi Trenggalek dan meminta nengakusisi salah satu stasiun pengisian bahan bakar minyak untuk nelayan yang ada di Teluk Prigi.

Dirinya juga berpesan ini bisa disegerakan. Setelah akusisi harus bisa menjamin kebutuhan sekian liter bahan bakar untuk nelayan. Harus pintar belanja minyak, itu yang paling penting. Kalau nelayan bayarnya tidak bisa cash.

“Jwalita Energi saya harapkan bisa menghubungkan dengan perbankan. Perbankan ini nantinya yang kemudian membiayai nelayan sementara,” pungkasnya. (ADV)