Unsur Pimpinan DPRD Trenggalek Temui Aksi Massa Desak Hak Angket

Trenggalek, Nusantarapos.co.id – Elemen masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Wong Nggalek Menggugat untuk Indonesia ikut ambil bagian dari perjuangan menggugat dugaan proses pemilu 2024 curang, Jum’at (8/3/2024).

Para aksi masa tersebut ditemu Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam, Wakil Ketua DPRD Doding Rahmadi, Arik Sri Wahyuni, dan beberapa anggota DPRD yang lain menemui mereka.

“Memang pelaksanaan hak angket merupakan wewenang dari DPR RI,” tutur Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam.

Maka, disampaikan Samsul terkait hal tersebut, DPRD hanya bisa meneruskan tuntutan masa ke DPR RI. Pihaknya juga mengucapkan menerima aspirasi dan akan sampaikan ke DPR RI sebagai tindak lanjut harapan dari masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya.

Ditempat yang sama, Nur Suwito selaku koordinator aksi mengatakan pihaknya sangat menyayangkan terjadinya penyelenggaraan pelaksanaan pilpres dalam pemilu kemarin yang terdapat intimidasi dan adanya pelanggaran yang terstruktur sistematis dan masif.

Sedangkan di Trenggalek sendiri berbagai dugaan pelaksanaan pemilu juga terjadi. Seperti ada pengkondisian sejumlah masyarakat dengan embel-embel memberi bansos dan sebagainya untuk memilih calon tertentu, baik pada pemilihan presiden maupun pemilihan calon anggota legislatif.

“Kami akan terus berupaya menyerukan agar hak angket ini dilaksanakan, dan jika gagal masih ada cara-cara lainnya, sebab itu bukan cara satu-satunya,” katanya.

Selain mendukung hak angket, Nur juga meminta pemerintah berupaya melakukan berbagai tindakan untuk menekan harga sembako terutama beras di pasaran.

Namun orator mengingatkan bahwa isu sembako mahal tidak akan mengalihkan perhatian masyarakat pada pelaksanaan Pemilu 2024 yang curang.

“Kami melakukan aksi ini didasari dari hati dan tidak ada paksaan juga iming-iming uang,” terangnya.

Seperti yang diketahui bersama hal tersebut dilakukan lantaran mereka menilai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini dipenuhi dengan kecurangan, hingga meminta agar DPRD menyuarakan dukungan ke DPRD untuk melakukan hak angket.

Dalam aksi yang digelar di halaman dengan Kantor DPRD Trenggalek tersebut, massa kompak mengenakan pakaian serba hitam dan memakai pita merah putih.

Tidak ketinggalan dalam aksi tersebut mereka membawa keranda serta spanduk bertuliskan dukung hak angket. Pakaian dan keranda tersebut dibawa karena sebagai simbol matinya demokrasi di Indonesia saat ini.

Ketika beraksi mereka silih bergantian melakukan orasi tentang tuntutan yang dibawa. Kebanyakan tuntutan yang dibawa lantaran adanya kecurangan – kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan pemilu 2024 dan harus segera diusut.

Tidak ketinggalan para anggota DPRD yang menemui masa membubuhkan tanda tangan sebagai tanda mendukung aksi tersebut. (ADV)