TMMD  

Hadirnya TMMD 104 Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Anggota

Konawe – Pengerjaan dari berbagai sasaran fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (104) sudah memasuki tahap 80 persen, seperti halnya dengan pembangunan Masjdi Nurul Iman di Desa Lawuka, pembangunan Gereja Pancaran Kasih Karandu di Desa Wawoporesa, Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe.

Sementara itu, untuk pengerjaan jalan kerikil dalam desa dan pengerjaan jalan kerikil jalan usaha tani tinggal menunggu tahap pembersihan. Kinerja Satuan Tugas (Satgas) TMMD 104 ini dinilai sangat cepat sehingga mendapatkan pujian dari masyarakat Kecamatan Anggotoa.

Tawulo Hardiana (60) salah satu warga Desa Karandu, Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe memuji kinerja anggota Satgas TMMD dan sangat berterimakasih dengan hadirnya TMMD di desanya. Ia katakan bahwa sejak ia lahir di Desa Karandu, pertama kalinya ada kegiatan TMMD yang dimana dulunya ia kenal TMMD yakni ABRI masuk desa.

“Kehadiran TMMD di desa kami ini tidak bisa lagi saya banyangkan artinya di luar jangkauan kami. Bayangkan kalau tidak ada TMMD di Kecamatan Anggotoa pada umumnya, mungkin maju tapi tidak seperti sekrang ini. Memang ada desa dari pemerintah, tapi itu sangat terbatas dan tidak sesuai yang diharapkan oleh masyarakat,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di kediamannya Desa Karandu, Kecamatan Anggotoa, Minggu malam (17/3/2019).

Ia katakan bahwa dengan hadirnya TMMD di Kecamatan Anggotoa hampir semua jalan usaha tani sudah bisa dilewati tanpa ada hambatan. Tawulo Hardiana mengungkapkan, sebelum dikerjakan oleh Satgas TMMD 104, jalan usah tani sangat sulit dilalui, mengingat jalan tersebut sangat berlubang.

Apalagi, lanjutnya, ketika musim hujan, tak jarang para petani banyak banyak yang mengalami kecelakaan diakibatkan jalan tersebut licin dan berlubang. Namun atas kerja keras Satgas TMMD 104, jalan usaha tani di Kecamatan Anggotoa bisa dilewati tanpa ada hambatan saat memasarkan hasil pertanian mereka.

“Sejak tahun 2014 kami bermohon, mungkin karena terbatasnya anggaran pemerintah Kabupaten Konawe, sehingga nanti dikerjakan semua ini lewat TMMD. Alhamdulilah dengan adanya TMMD ini sudah tidak ada kendala dengan jalan usaha tani. Saya sebagai tokoh masyarakat di sini sangat bersyukur dan berterimakasih. Cuman itu yang dapat kami ucapkan, terimakasih dan bersyukur tidak ada yang lain,” jelasnya.

Ia juga sangat berterimakasih atas diadakannya inseminasi buatan oleh Satgas TMMD 104 di Kecamatan Anggotoa sehingga para peternak sapi merasa terbantu dengan inseminasi buatan tersebut. Karena dengan iseminasi buatan memberikan ekonomis bagi peternak sapi.

“Menurut saya TNI betul-betul memberikan cerminan dan harapan masa depan agar petugas peternakan bisa berjalan. Saya juga berharap program inseminasi buatan ini ke depannya selalu direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe, jangan sampai hanya ada kegiatan TMMD baru isneminasi buatan ini bisa dilaksanakan. Harapan saya inseminasi buatan ini selalu dilaksanakan agar memberikan nilai ekonomis bagi para peternak sapi,” tuturnya.

Pengerjaan dari berbagai sasaran fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (104) sudah memasuki tahap 80 persen, seperti halnya dengan pembangunan Masjdi Nurul Iman di Desa Lawuka, pembangunan Gereja Pancaran Kasih Karandu di Desa Wawoporesa, Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe.

Sementara itu, untuk pengerjaan jalan kerikil dalam desa dan pengerjaan jalan kerikil jalan usaha tani tinggal menunggu tahap pembersihan. Kinerja Satuan Tugas (Satgas) TMMD 104 ini dinilai sangat cepat sehingga mendapatkan pujian dari masyarakat Kecamatan Anggotoa.

Tawulo Hardiana (60) salah satu warga Desa Karandu, Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe memuji kinerja anggota Satgas TMMD dan sangat berterimakasih dengan hadirnya TMMD di desanya. Ia katakan bahwa sejak ia lahir di Desa Karandu, pertama kalinya ada kegiatan TMMD yang dimana dulunya ia kenal TMMD yakni ABRI masuk desa.