CILACAP,NUSANTARAPOS, — Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Melalui Polresta Cilacap, Polri menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 yang berlangsung di JL. Jati RT 02 RW 03, Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Kamis (5/6).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.45 WIB ini diawali dengan panen jagung bersama, yang melibatkan Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Dr. Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., jajaran Forkopimda Cilacap, kelompok tani, personel TNI-Polri, serta masyarakat setempat. Panen simbolis ini menjadi cerminan kuatnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan nasional.
Menambah kekhidmatan acara, Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, turut hadir secara virtual dari Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif Polri dalam memperkuat sektor pertanian dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersinergi membangun ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Kapolresta Cilacap, dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, namun juga merupakan wujud nyata dari sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Panen raya ini adalah bukti bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun kemandirian pangan nasional. Bersama masyarakat, kita ingin memastikan bahwa kebutuhan pangan tetap terjaga, dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” ujar Kombes Pol. Ruruh.
Usai kegiatan panen, Kapolresta bersama tamu undangan meninjau fasilitas mesin pengering jagung (corn dryer) di Desa Sawangan. Teknologi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi pasca-panen dan menjaga mutu hasil produksi jagung para petani.
Sejak awal tahun 2025, Polresta Cilacap aktif berkolaborasi dengan kelompok tani lokal melalui berbagai kegiatan seperti pendampingan teknis, distribusi sarana pertanian, hingga pengamanan jalur distribusi logistik pertanian.
Langkah Polri ini memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan nasional dari hulu hingga hilir sektor pangan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat diterapkan di wilayah lain guna mempercepat pencapaian target kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan.
Dengan adanya panen raya jagung serentak ini, Polri tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta menciptakan stabilitas dan rasa aman bagi masyarakat. (Asih)

