TMMD  

TNI dan Aplikasi Renewable Energy

TNI Angkatan Darat, melalui kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), memperkenalkan penggunaan energi terbaharukan (renewable energy). Hal ini dilakukan melalui pemasangan 4 lampu penerangan berbasis tenaga surya (solar cell) di dua tempat ibadah, mesjid dan gereja. Dua tempat ibadah ini, Mesjid Nurul Iman dan Gereja Pancaran Kasih, adalah dua program unggulan dalam kegiatan TMMD ke-104 yang dilakukan di Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Kami mencoba memperkenalkan energi tenaga surya sebagai sebuah alternatif baru dalam program pembangunan di TMMD ini. Energi surya merupakan renewable energy (energi terbaharukan) yang sudah selayaknya kita jadikan sebagai fokus utama di Indonesia ini”, ungkap Letkol CPN Fajar Wijaya, Dansatgas TMMD di lokasi. Dandim 1417 Kendari ini juga menambahkan, mesjid dan gereja, masing-masing akan mendapatkan 2 lampu tenaga surya.

Lampu tenaga surya yang akan dipasang berkekuatan 60 watt, dengan teknologi LED yang menghasilkan tingkat luminasi (daya terang) sebesar 6600 lumens, setara dengan lampu jalan yang ada di kota besar. Baterai Lithium berkekuatan 19 Ah mampu bertahan sampai tiga hari dalam kondisi ekstrim (tiada cahaya matahari sama sekali selama 3 hari tersebut). Panel lampu juga sudah menyatu dengan panel sel surya, dan dilengkapi dengan controller built-in yang menjaga kestabilan voltase dan arus saat melakukan pengecasan. Lampu juga sudah dirancang dengan material waterproof (tahan cuaca) dengan standar IP65, sehingga tidak perlu khawatir saat hujan deras sekalipun.

Masyarakat sangat mengapresiasi kegiatan TMMD 104 di Konawe ini. “Kami sangat terbantu dengan hal ini. Semoga renovasi masjid ini lebih meningkatkan ibadah umat Islam disini “, ujar Haji Manoara, Kepala Desa Lawuka. Hal senada juga diungkapkan tokoh gereja Pancaran Kasih, Yulius Bari. “Kami sangat terbantu dengan program ini, semakin mendekatkan antara TNI dengan rakyat”, ujarnya.

Penggunaan energi tenaga surya sendiri semakin meningkat dalam 5 tahun terakhir. China, sebagai contoh, telah mentargetkan tahun 2025 tidak lagi menggunakan energi dengan sumber bahan bakar fosil (batubara dan minyak), beralih sepenuhnya pada sumber energi terbaharukan seperti sel surya, angin dan panas bumi. Sementara itu, penggunaan sel surya sebagai sumber energi listrik masih sangat rendah di Indonesia, padahal energi ini melimpah ruah dengan iklim seperti di negeri ini. Inisiatif TNI dalam TMMD ke-104 ini semoga bisa menjadi cambuk kepada pemerintah dan masyarakat untuk lebih memasyarakatkan penggunaan teknologi tenaga surya yang aman, bersih dan tentunya terjangkau.