Tim Sipatokkong UKM KPI Unhas Gerakkan Revitalisasi Mattabulu dengan Informasi Wisata dan Agrowisata Kopi

Suasana pembuatan papan informasi kawasan wisata mattabulu, papan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta papan agrowisata kopi yang dilakukan oleh Tim Sipatokkong UKM KPI Unhas. Kegiatan bertempat di Dusun Cirowali, Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng

MAKASAR,NUSANTARAPOS,- Tim Sipatokkong dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin (UKM KPI Unhas) membuat papan informasi tentang kawasan wisata Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sabtu (02/08/25).

Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pembuatan papan jalur evakuasi dan titik kumpul serta agrowisata kopi ini merupakan salah satu tahapan bentuk program pengabdian untuk revitalisasi kawasan wisata Mattabulu.

Ketua Tim, Andi Alif Raihan Analta mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan sarana edukasi keselamatan bagi pengunjung, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

“Nanti dengan adanya papan informasi, jalur evakuasi, dan titik kumpul yang kami pasang, diharapkan setiap wisatawan dan warga desa dapat lebih sadar aspek keamanan terutama terkait bencana alam dan sekaligus mendapat manfaat langsung dari pengembangan agrowisata kopi,” ujarnya.

Raihan juga menyampaikan, Tim Sipatokkong akan meningkatkan penanaman bibit kopi di sekitar kawasan wisata Mattabulu. Kegiatan penanaman ini bertujuan memperkuat fungsi ekologis kawasan dan menambah ciri khas wisata.

“Penanaman bibit kopi di area wisata Mattabulu bertujuan memperkuat fungsi ekologis dan menambah keunikan destinasi sehingga dapat menjadi daya tarik untuk mendatangkan pengunjung,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bendahara Tim, Nur Halisya menuturkan bahwa sumber pendanaan untuk pembuatan papan informasi dan jalur evakuasi ini berasal dari alokasi dana Program PPK Ormawa serta dukungan mitra kerja.

“Kami berkomitmen mencatat dan mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang digunakan, agar setiap program dapat terlaksana sesuai rencana dan optimal dirasakan manfaatnya oleh warga Mattabulu,” ungkap Halisya.