CILACAP, NUSANTARAPOS.co.id – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menggelar turnamen catur yang diikuti puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Karangtawang pada Selasa (5/8/2025), dan menjadi magnet bagi para pecinta catur di wilayah setempat, mulai dari masyarakat umum hingga pegawai dinas dan instansi pemerintahan yang berdomisili maupun bertugas di Nusawungu.
“Turnamen ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tapi juga bentuk fasilitasi bagi para pecinta catur yang jumlahnya cukup banyak di wilayah kami,” ujar Camat Nusawungu, Heru Kurniawan, di sela-sela acara.
Heru menambahkan, selain memeriahkan bulan kemerdekaan, ajang ini juga menjadi sarana untuk menjaring talenta muda di bidang olahraga catur. Ia menyebut banyak anak muda di wilayahnya yang menunjukkan minat kuat terhadap olahraga yang mengandalkan konsentrasi dan strategi tersebut.
“Kami melihat potensi besar di kalangan generasi muda. Harapannya, turnamen ini bisa melahirkan pecatur-pecatur andal dari Nusawungu ke depannya,” lanjutnya.
Turnamen digelar dengan sistem swiss pairing, di mana peserta akan bertanding dalam enam babak tanpa sistem gugur. Penentuan juara dilakukan berdasarkan perolehan poin terbanyak dari total pertandingan yang diikuti.
“Dalam sistem ini, semua peserta mendapat kesempatan bermain enam kali, dan lawan ditentukan secara acak oleh sistem. Pemenang ditentukan berdasarkan akumulasi poin tertinggi,” terang Heru.
Bagi para juara, panitia telah menyiapkan hadiah berupa piala serta dana pembinaan dengan total mencapai Rp3 juta. Dana tersebut akan dibagi hingga 14 peserta dengan poin tertinggi sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan partisipasi.
“Bukan soal nominalnya, tapi nilai kebersamaan, sportivitas, dan semangat kemerdekaan yang kami utamakan. Turnamen ini juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga,” tutup Camat Heru.
Turnamen catur tingkat kecamatan ini mendapat sambutan hangat dari warga, menjadi bukti bahwa olahraga otak ini masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. (Asih)

