TRENGGALEK, NUSANTARAPOS – Komisi IV DPRD Trenggalek menggelar evaluasi terhadap kinerja dua rumah sakit daerah, RSUD dr. Soedomo dan RSUD Panggul, guna memaksimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan RSUD dr. Soedomo resmi naik kelas menjadi rumah sakit tipe B, sedangkan RSUD Panggul masih berstatus tipe C dan memerlukan pembenahan.
“Untuk RSUD dr. Soedomo, pendapatan yang sempat turun Rp3 miliar dalam draf KUA-PPAS kita kembalikan ke Rp147,5 miliar,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Sementara RSUD Panggul memperoleh tambahan sekitar Rp1,2 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk menutupi kekurangan gaji pegawai selama enam bulan senilai lebih dari Rp1 miliar.
Sukarodin menegaskan anggaran gaji RSUD dr. Soedomo sudah aman. Namun, rencana investasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit tersebut masih menunggu finalisasi Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) yang ditargetkan rampung pekan depan.
“Investasinya seperti apa masih dibahas. Mereka belum menyampaikan rinciannya,” katanya.
Peningkatan status RSUD Panggul belum menjadi fokus tahun ini. Salah satu kendalanya adalah pembangunan lantai dua yang belum teranggarkan.
“Kalau dipaksakan dari BLUD, khawatir jadi kendala. Kalau memungkinkan, kami usulkan dari Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.
Terkait keluhan kekurangan obat di sejumlah puskesmas, Sukarodin memastikan kondisi tersebut akan teratasi mulai 2026.
“Pendapatan BLUD puskesmas tahun depan meningkat, dan itu bisa digunakan untuk pengadaan obat,” tegasnya.




