TRENGGALEK, NUSANTARAPOS – Sebanyak empat taman kanak-kanak (TK) swasta di Kabupaten Trenggalek berpotensi beralih status menjadi negeri. Rencana ini menguat setelah pihak yayasan pemilik sekolah menyatakan kesediaannya menyerahkan pengelolaan kepada pemerintah daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan keempat TK tersebut berada di Desa Ngadimulya, Dongko, Panggul, dan Pule.
“Potensi ini ada karena jumlah muridnya banyak, lokasinya strategis, dan yayasannya memperbolehkan untuk dinegerikan,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Namun, proses ini masih menghadapi hambatan, terutama terkait status tanah sekolah yang dinilai rumit secara regulasi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dibahas bersama bagian aset. Hari ini belum bisa tuntas,” jelasnya.
Selain masalah aset, Sukarodin juga menyoroti persoalan tenaga pendidik. Sesuai aturan, seluruh guru di sekolah negeri harus berstatus aparatur sipil negara (ASN). Kondisi ini berpotensi membuat guru tetap yayasan (GTY) kehilangan pekerjaan.
“Kita akan cari solusi agar GTY tetap bisa mengajar meski sekolahnya sudah berstatus negeri,” tegasnya.
Saat ini, jumlah TK negeri di Trenggalek baru tiga. Sukarodin menekankan, penambahan jumlah TK negeri sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
“TK ini merupakan dasar untuk mencetak bibit unggul. Kalau bibitnya bagus, hasilnya pun akan lebih baik,” pungkasnya.




