Jakarta, NUSANTARAPOS – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, tengah menjadi sorotan publik setelah diketahui mengikuti Sydney Marathon di tengah memanasnya aksi demo besar-besaran di Indonesia pada 28 Agustus 2025.
Perilaku ini langsung memicu kritik luas dari masyarakat dan pengguna media sosial.
Masyarakat diketahui mulai jengah dengan perilaku sejumlah anggota DPR yang dinilai tidak peka terhadap aspirasi rakyat.
Saat demo berlangsung, justru beberapa anggota DPR termasuk Misbakhun, berada di luar negeri. Hal ini terungkap melalui unggahan akun Twitter @ardisatriawan pada 30 Agustus 2025.
“Ketua Komisi XI nya nih, peserta Sydney Marathon No 12132,” tulisnya.
Unggahan ini juga dilengkapi potret dari akun Mukhamad Misbakhun yang sudah tercatat menjadi peserta marathon di Sydney, Australia.
Cuitan tersebut langsung menjadi viral dengan lebih dari 128,1 ribu pengguna Twitter melihatnya, dan berbagai komentar pedas pun bermunculan:
“Marathon dibayarin negara, malah masih dapat tunjangan kerja karena judulnya ‘kunjungan kerja’,” ujar akun @bukancangijo.
“Padahal gak usah lari jauh maraton di Sydney kalau muncul di depan publik, depan gedung DPR juga bakalan lari maraton kan,” jelas akun @wandadesign755.
“Si anj\*ing malah marathon di Sydney, padahal kalau marathon di Jakarta lebih kerasa adrenalinnya,” papar akun @sikspekk.
“Sebagai rakyat kecil, saya sakit hati dan marah lihat tingkah laku mereka,” tandas akun @sri\_primaini terkait dengan Mukhamad Misbakhun.
Tak hanya warganet, influencer Bima Yudho juga mengkritik keras aksi tersebut.
Dalam videonya, Bima menyoroti agenda kunjungan kerja Komisi XI yang berlangsung sejak 26-27 Agustus 2025 di Canberra, Australia.
Namun, setelah tanggal tersebut, anggota DPR tidak langsung kembali ke Indonesia, melainkan memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan.
“Dan ini part terkocaknya tanggal 31 menikmati suasana Sydney Marathon dan Selebrasi. Ini ditengah masyarakat yang lagi pada demo besar-besaran bahkan sampai menelan korban jiwa ini DPR nyantai ikut lomba marathon, lomba marathon lho,” ungkapnya geram.
Bima Yudho mempertanyakan mengapa Komisi XI bisa menyempatkan diri ke Sydney selama empat hari, padahal agenda kunjungan kerja berada di Canberra.
Sydney Marathon sendiri adalah ajang lari bergengsi di dunia yang berlangsung pada 31 Agustus 2025 dengan rute North Sydney – Harbour Bridge – CBD – Opera House.
Perilaku Misbakhun ini memunculkan pro-kontra di masyarakat, mengingat pada saat yang sama rakyat sedang mengekspresikan aspirasi melalui aksi demo.
Meski demikian, Misbakhun membantah bahwa dirinya tak mengikuti ajang Sydney Marathon tersebut.thon.
Untuk diketahui Misbakhun merupakan politisi Partai Golkar, sebelumnya dia pernah berada di PKS dan pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengajuan letter of credit (L/C) Bank Century senilai US$ 22,5 juta pada tahun 2007 lalu.

