JAKARTA, NUSANTARAPOS – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat tajam pada perdagangan Kamis, didorong optimisme investor setelah serangkaian data ketenagakerjaan memberi sinyal pendinginan pasar kerja. Kenaikan ini terjadi menjelang laporan resmi Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat malam ini (5/9/2025).
Laporan ADP Employment menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta di bawah ekspektasi, menandakan perekrutan mulai melambat. Sementara itu, Jobless Claims mingguan mencatat kenaikan, memperlihatkan lebih banyak warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran.
Pasar menafsirkan kombinasi data tersebut sebagai tanda bahwa tekanan inflasi dari sisi upah dapat mereda, sehingga membuka peluang lebih besar bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih cepat.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak ratusan poin, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite juga menguat signifikan, dipimpin saham teknologi dan sektor sensitif suku bunga. Reli ini menghapus keraguan awal pekan dan mencatatkan kinerja harian terbaik dalam beberapa pekan terakhir.
Data ketenagakerjaan yang lebih lunak meningkatkan keyakinan investor bahwa Fed akan segera menurunkan suku bunga. Itu sebabnya saham berbalik rally menjelang NFP.
Selain pasar saham, imbal hasil obligasi Treasury turun tajam, dan dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama, mencerminkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Semua mata kini tertuju pada rilis NFP Jumat malam yang akan menjadi ujian penting: apakah pelemahan pasar tenaga kerja cukup tajam untuk memperkuat narasi pemangkasan suku bunga, atau justru menunjukkan ketahanan yang bisa menahan langkah The Fed.

