JAKARTA, NUSANTARAPOS – Pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Jumat (5//9/2025), mengikuti reli tajam Wall Street semalam setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (ADP dan klaim pengangguran mingguan) memberi sinyal pendinginan pasar tenaga kerja. Investor kini menunggu laporan resmi Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis malam ini waktu AS.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,2%, didorong saham teknologi dan perbankan. Hang Seng Hong Kong menguat 0,9%, sementara Kospi Korea Selatan bertambah 0,7%. Pasar saham Tiongkok daratan bergerak lebih terbatas, dengan CSI300 hanya naik 0,3%, di tengah kekhawatiran berlanjut di sektor properti.
Dari Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,1%, S&P 500 menguat 1,4%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,8%, menjadi salah satu performa terbaik dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan ini juga menular ke bursa Eropa, dengan Euro Stoxx 50 futures naik 0,6%, DAX futures Jerman menguat 0,5%, dan FTSE 100 futures Inggris bertambah 0,4% sebelum pembukaan resmi.
Di pasar obligasi, yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 3,85%, sementara dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama. Euro stabil di level $1,11 dan yen menguat ke 143,8 per dolar.
“Pasar melihat tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja mulai mendingin. Itu memberi ruang bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga. Namun arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh hasil NFP malam nanti,” kata Peter Wong, seorang analis di Singapura.

