Data Tenaga Kerja Lemah, NASDAQ Terjun

JAKARTA, NUSANTARAPOS— Kontrak berjangka indeks Nasdaq dan E-mini Nasdaq berakhir melemah pada perdagangan Jumat (5/9/2025) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelemahan signifikan, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi meski memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Berdasarkan data perdagangan, Nasdaq Futures sempat menguat hingga mencapai level tertinggi 23.900,75 sebelum berbalik turun ke posisi terendah 23.505. Kontrak kemudian ditutup di 23.684 pada sesi after-market.

Pergerakan tajam tersebut mencerminkan ketidakpastian investor dalam menilai arah kebijakan moneter di tengah risiko resesi yang semakin nyata.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan lapangan kerja non-pertanian lebih rendah dari perkiraan pasar, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 2,3 persen. Angka ini menambah sinyal pelemahan di pasar tenaga kerja, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi AS.

Investor di kontrak E-mini Nasdaq cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan jual meningkat menjelang penutupan perdagangan, menandakan sebagian pelaku pasar memilih mengurangi eksposur risiko hingga ada kejelasan lebih lanjut terkait langkah The Fed pada pertemuan mendatang.

Meski data ekonomi yang lemah membuka ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga lebih cepat, kekhawatiran mengenai prospek laba korporasi dan kemungkinan perlambatan konsumsi rumah tangga tetap membayangi sentimen pasar.

Level teknikal intraday Senin (6/9):

• Support terdekat: 23.570 – 23.505
• Support lanjutan: 23.420
• Resistance awal: 23.820 – 23.900
• Resistance kunci: 24.050

Penembusan di bawah 23.570 berpotensi mempercepat tekanan jual menuju area 23.420, sementara pergerakan di atas 23.900 dapat memicu momentum beli jangka pendek dengan target 24.050.