Kapolda Di Dukung Tangkap Pembuat Meme Negatif Bahlil

JAKARTA, NUSANTARAPOS – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kapolda Metro Jaya untuk menindak tegas pembuat dan penyebar meme negatif yang menyerang pribadi Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Menurut Aminullah, tindakan membuat meme yang menghina tokoh publik bukanlah bentuk kebebasan berekspresi, melainkan bentuk dekadensi moral digital dan degredasi ruang publik yang harus dihentikan dengan penegakan hukum yang adil.

“Kami mendukung langkah Kapolda Metro Jaya untuk menegakkan hukum secara profesional terhadap siapa pun yang menghina atau mencemarkan nama baik tokoh bangsa, termasuk Pak Bahlil. Demokrasi bukan alasan untuk menghina. Kritik keras boleh menghina jangan” tegas Aminullah di Jakarta, Minggu (25/10/2025).

Ia menekankan pentingnya menjaga etika publik dan tanggung jawab moral di ruang digital, terutama di tengah derasnya arus informasi dan media sosial. Menurutnya, generasi muda harus menjadi pelopor peradaban digital yang sehat.

“Perbedaan pendapat itu sehat. Tapi jika berubah menjadi penghinaan personal, itu bukan demokrasi, itu vandalisme digital. Pemuda sejati harus menjaga martabat bangsa, bukan memperkeruh suasana dengan kebencian,” tambahnya.

Aminullah juga menilai bahwa Bahlil Lahadalia merupakan sosok muda yang telah membuktikan kerja nyata dalam membangun iklim investasi nasional yang berpihak pada rakyat. Serangan terhadap sosok seperti Bahlil, katanya, justru menunjukkan ketakutan terhadap semangat kemandirian ekonomi bangsa.

“Kita butuh politik gagasan, bukan politik penghinaan. Energi bangsa jangan dikorbankan untuk hal-hal destruktif,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, PP GPA menyerukan kepada seluruh masyarakat dan pemuda Indonesia untuk menggunakan ruang digital secara beretika, produktif, dan bermartabat, serta mendukung langkah tegas aparat penegak hukum.

“Pemuda Al Washliyah akan selalu berdiri di garis depan menjaga moral publik dan menegakkan nilai-nilai keadilan sosial,” tutup Aminullah Siagian.