JAKARTA, NUSANTARAPOS – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, memberikan apresiasi yang tinggi atas penghargaan ‘Outstanding in Regional Inclusion Advocate’ yang diterima oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Bachtiar Najamudin dalam ajang CNN Indonesia Awards 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Menurut Aminullah Siagian, penghargaan bergengsi tersebut merupakan bentuk pengakuan publik terhadap kiprah nyata Sultan Bachtiar Najamudin sebagai tokoh nasional yang konsisten memperjuangkan kepentingan daerah dan menegakkan semangat keadilan pembangunan di seluruh pelosok Indonesia.
“Apa yang diraih pak Sultan bukan sekadar penghargaan personal, tetapi merupakan legitimasi moral atas perjuangan panjang memperkuat peran daerah sebagai subjek pembangunan nasional. Ini adalah simbol bahwa suara daerah tidak boleh dipinggirkan dalam proses kebijakan negara,” ujar Aminullah di Jakarta, Minggu (9/11/2025).
Aminullah menjelaskan, penghargaan Outstanding in Regional Inclusion Advocate menegaskan kapasitas Sultan Bachtiar sebagai figur advokat daerah yang mampu memperjuangkan keterlibatan dan keterwakilan regional di tingkat nasional.
Sebagai Ketua DPD RI, Sultan dinilai berhasil memosisikan lembaga perwakilan daerah bukan sekadar pelengkap dalam sistem parlemen, tetapi sebagai garda terdepan dalam menjembatani aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.
“Ketokohan beliau mencerminkan keberanian intelektual dan keberpihakan moral terhadap rakyat di daerah. Di tengah sentralisasi kebijakan, beliau tampil sebagai figur yang tegas menyuarakan desentralisasi pembangunan dan keadilan fiskal bagi seluruh provinsi,” tambah Aminullah.
Aminullah menilai kontribusi Sultan Bachtiar Najamudin telah memberikan dampak nyata dalam memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, sekaligus memperluas ruang partisipasi publik di daerah-daerah terpencil.
Bagi Aminullah, perjuangan tersebut sejalan dengan visi Gerakan Pemuda Al-Washliyah yang berkomitmen membangun keadilan sosial melalui pemerataan pembangunan dan pemberdayaan pemuda di daerah.
“Kami para pemuda bangsa menjadikan kiprah beliau sebagai inspirasi. Bahwa untuk membangun Indonesia, harus dimulai dari keberpihakan pada daerah dan rakyat kecil. Penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi pejabat publik lain untuk lebih berorientasi pada keadilan dan pemerataan,” tegasnya.
Aminullah menyebut penghargaan ini sebagai momentum reflektif bahwa inklusi regional bukan hanya jargon politik, melainkan kebutuhan strategis bangsa dalam menghadapi tantangan ketimpangan pembangunan, globalisasi, dan transformasi ekonomi nasional.
Ia menekankan, Indonesia hanya bisa kuat jika seluruh daerah diberdayakan dan memiliki akses yang setara terhadap kebijakan serta sumber daya pembangunan.
“Inklusi regional adalah pilar keadilan nasional. Ketika daerah berdaya, bangsa akan berjaya,” tutup Aminullah.

