Jakarta, NUSANTARAPOS – Tak terasa sudah satu dasawarsa Dr. Agung Iriantoro, SH., MH., mengajar di Universitas Pancasila mulai dari strata satu sampai tiga (S1-S3). Di kampus yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan itu, Agung diharuskan untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki kualitas dan berkarakter.
Terlebih memasuki usia yang ke-59 tahun Universitas Pancasila juga telah menciptakan ribuan kelulusan dari program studi yang ada. Para lulusan Universitas Pancasila telah banyak mengabdikan dirinya di tengah-tengah masyarakat.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat Dies Natalies ke-59 tahun kepada Universitas Pancasila, selalu berkontribusi di dunia pendidikan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat agar ikut mencerdaskan anak bangsa,” ujar Agung Iriantoro saat ditemui di kantornya wilayah Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025).
Agung mengatakan Universitas Pancasila berkomitmen, bagaimana visi dan misinya untuk dunia pendidikan bisa tercapai. Tentunya ada hal-hal yang musti kita sampaikan sebagaimana arahan para pimpinan kita di Universitas Pancasila, sebagaimana arahan dari ketua Pembina kita.
“Ada beberapa hal yang menjadi prinsip, salah satunya adalah bagaimana Universitas Pancasila menjaga kualitas dan karakter. Dari kualitas tentunya akan melahirkan insan-insan dari alumni Pancasila ini yang memang berkualitas di keilmuan sehingga dunia Pendidikan maju,” katanya.
Jadi, lanjut Agung, kalau dunia Pendidikan maju maka negara ini juga maju, maka bisa memberantas kemiskinan. Kemudian hal terpenting juga harus menanamkan karakter mahasiswa di Universitas Pancasila ini harus berkarakter Pancasila sesuai dengan universitasnya, sehingga dia bisa mejawawantahkan ke dalam perilaku sehari-hari insan yang berpancasila.
“Bagaimana kita mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila, dimana disitu ada nilai Ketuhanan sebagai pondasi utama. Sementara sila kedua adalah menyangkut kemanusiaan itu juga harus kita wujudkan, dan sila ketiga persatuan sehingga kita diwajibkan untuk menjalin persatuan,” tuturnya.

Untuk sila keempat, sambung Agung, yang merupakan sarana untuk mencapai musyawarah disitu kita juga harus bisa bermusyawarah untuk mufakat dan sila kelima adalah keadilan sehingga mahasiswa ataupun alumni di sini bisa menciptakan rasa keadilan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat terutama di fakultas hukum.
“Hal itu bukan hanya di fakultas hukum tetapi di fakultas lainnya juga akan berkontribusi sesuai dengan bidang keilmuannya, entah di farmasi, ekonomi, pariwisata, komunikasi ataupun psikologi akan memberikan suatu nilai-nilai yang bisa dinikmati atau bermanfaat untuk masyarakat. Itulah yang menjadi suatu kebijakan atau harapan di Universitas Pancasila,” terangnya.
Agung menjelaskan memasuki usia yang ke-59 kami berharap Universitas Pancasila bisa memberikan dampak, baik untuk dirinya sendiri ataupun masyarakat dan negara. Semoga para alumni bisa memberikan dampak positif dengan memberikan manfaat/arti untuk Pembangunan bangsa ini, sesuai dengan cita-cita luhur Pancasila sehingga itu yang harus kita wujudkan.
“Jadi tidak hanya sebatas slogan tapi bagaimana kita bisa merealisasikan itu, mewujudkan dalam suatu bentuk konkritnya. Untuk mewujudkan itu harus ada suatu pembinaan atau pengajaran yang benar sehingga mahasiswa juga bisa mendapatkan pemahaman yang mudah dicerna,” katanya.
Tentunya, tambah Agung, tidak hanya sebatas belajar di kelas tetapi ada program-program seperti FDG, ataupun diskusi-diskusi mengenai nilai-nilai Pancasila sehingga hal itu bisa terwujud. Bagaimana sih nilai Pancasila ini kita wujudkan? Yaitu dengan membentuk karakter sehingga melahirkan alumni yang berpancasila.
“Dengan usianya yang sudah tidak muda lagi, tentunya sudah banyak prestasi atau pencapaian yang telah diraih oleh Universitas Pancasila. Mudah-mudahan di fakultas hukum dan fakultas lainnya para dosen diridhoi dengan kesehatan sehingga tetap bisa memberikan transfer keilmuan yang bisa diserap oleh para sehingga keilmuan ini terus tumbuh dan berkembang sehingga Universitas Pancasila bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara ini,” pungkasnya.

