Papua, NUSANTARAPOS – Tiga hari yang lalu, media online _Papua Terkini.Com_ menampilkan _head-line_ : _Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena Ditagetkan Teraspal Penuh Akhir 2026_, yang isinya memberitakan pertemuan antara Menko Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, di Jakarta pada 12 November 2025 kemarin.
Berita tersebut juga mengutip pernyataan Deputi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko IPK, Nazib Faizal, yang menyampaikan bahwa “Pada akhir 2026, jalan Jayapura–Wamena ditargetkan sudah dapat dilalui oleh mobil jenis sedan”.
Pembangunan Jalan Trans Papua, khususnya jalur Jayapura-Wamena telah dimulai sejak masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia kedua Soeharto, yaitu sejak Repelita I Tahun 1974 yang ketika itu masih bernama Trans Irian Jaya, hingga saat ini masa penerintahan Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subiyanto yang baru setahun lebih menjabat, artinya sudah 51 Tahun atau lebih dari setengah abad, jalan Trans Papua ini belum selesai.
Oleh karena itu, publik Papua tidak kaget dengan berita penyelesaian pembangunan ruas jalan tersebut. Justru yang muncul di benak masyarakat Papua lebih banyak yang tidak percaya ketimbang yang percaya bahwa Jalan Trans Papua jalur Jayapura-Wamena akan selesai teraspal pada akhir tahun 2026, apalagi pakai embel-embel dapat dilalui oleh mobil jenis sedan.
Harian Kompas 19 Mei 2023 pernah menampilkan judul berita : Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Ditargetkan Rampung 2024 yang isinya memuat pernyataan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Adapun panjang jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena mencapai 575,14 kilometer.
Mengutip Kompas.id, hingga April 2023 masih ada 75 km jalan yang belum dilapisi aspal. “Kita inginnya sih 2024 semoga bisa selesai ya. Bukan semuanya, Jayapura-Wamena yang kita utamakan,” ujarnya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (19/5/2023) silam.
Pada 10 Mei 2017, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Jayawijaya, Presiden RI Joko Widodo meninjau ruas jalan Wamena-Habema dengan mengendarai sepeda motor trail telah menimbulkan kesan kepada publik Indonesia bahwa inilah jalur Trans Papua yang sudah selesai pembangunannya, padahal jalur Wamena-Habema (menuju ke Kabupaten Nduga) adalah ruas jalan lain yang tidak termasuk dalam jalur Trans Papua Wamena-Jayapura, yang melewati Elelim, Kabupaten Yalimo.
Kita juga pernah disuguhkan berita oleh media CNBC 23 Oktober 2024, dengan _head-line : Belah Gunung-Hutan! Jokowi Sukses Bangun Jalan Trans Papua Ribuan Km, yang juga telah menimbulkan kesan seakan-akan pembangunan jalan Trans Papua sudah rampung semuanya.
Dengan secuil data dan fakta ini, saya mau sampaikan bahwa sebagai Kader Partai Demokrat, saya berharap Deputi Kemenko IPK, tidak memberikan pernyataan yang berlebihan seperti tersebut di atas, karena hal ini akan menjadi bumerang bagi Menko IPK AHY sebagai figur yang paling bertanggung jawab dalam Kementerian ini, manakala pembangunan ruas jalan Wamena-Jayapura tidak selesai atau belum rampung sampai akhir 2026 nanti, mengingat kondisi lapangan yang lumayan berat di sana, selain faktor keamanan yang kerap menganggu.
Menko IPK AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat adalah sosok pemimpin masa depan Indonesia yang dicintai juga oleh masyarakat Papua, maka sebagai Kader Partai, kita wajib menjaga dan mengawal kerja-kerja beliau saat ini sebagai Menko IPK untuk mewujud-nyatakan berbagai program dan kegiatan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan di Indonesia, termasuk di Papua.
Semoga penantian panjang masyarakat Papua selama 51 Tahun atau setengah abad ini, dapat terwujud di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subiyanto, Menko IPK AHY dan Gubernur Papua yang baru Mathius D. Fakhiri, karena pertanyaan saya sama dengan masyarakat Papua lainnya, yaitu : pernahkah kita menyaksikan peresmian “satu saja” ruas jalan Trans Papua dari sekitar 15 ruas jalan Trans Papua yang terbentang dari Sorong sampai ke Merauke? Jawabannya, belum. Karena yang sering kita saksikan adalah “Peresmian Jalan Tol” yang telah selesai dibangun.
Harapan besar masyarakat Papua untuk menyaksikan peresmian jalan Trans Papua Jayapura-Wamena saat ini berada di pundak Ketua Umum Partai Demokrat yang sedang menjabat sebagai Menko Infrastruktur dan Kewilayahan dapat terwujud pada tahun 2026 yang akan datang.
Penulis :
Carolus Bolly
Sekretaris Wantim Partai Demokrat

