Jakarta, NUSANTARAPOS – Perkumpulan Kerjasama Shipping dan Logistik Indonesia (PKSLI) mempertemukan ratusan perusahaan shipping dan logistik dalam kegiatan deklarasi dan pelantikan pengurus yang dihadiri Ketua Umum ALFI, M. Akbar Djohan Jumat (14/11/25) di Treva Hotel Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ketua Umum Perkumpulan Kerjasama Shipping dan Logistik Indonesia (PKSLI) Satya Morgan mengatakan acara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mempermudah arus distribusi barang, baik antarwilayah maupun antarnegara.
“Bidang logistik yang terkait dengan dunia shipping, dunia forwarding, untuk lebih memudahkan arus distribusi barang antara pulau, antara negara,” ujarnya
PKSLI beranggotakan sekitar 2.000 pelaku logistik menargetkan perluasan hingga 7.000 anggota dan menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Logistik & Forwader Indonesia (ALFI).
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PKSLI Jimmy Kohan menegaskan bahwa PKSLI bukan sekadar kumpulan pelaku logistik, tetapi organisasi resmi yang juga memiliki peran pengawasan serta telah mendapat status hukum dari Kemenkumham.
“Jadi kami bisa mengaudiensi ke Pemerintah, bagaimana caranya supaya Pemerintah bisa membantu dalam cara melunakkan regulasi-regulasi yang ada dan memperketat semua regulasi-regulasi yang bisa mengganggu kinerja atau mungkin aktivitas UMKM yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Sejauh ini, kata Jimmy, PKSLI sudah mulai menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan logistik dan asosiasi termasuk ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia).
Dalam kerja sama tersebut, PKSLI berharap dapat lebih mudah menyuarakan aspirasi para pelaku logistik kepada pemerintah.
“Kami akan mencoba ke depannya untuk bisa lebih antusias untuk memberikan pendekatan-pendekatan yang efektif kepada Pemerintah untuk bisa mempercepat proses dari bagaimana PKSLI ini bisa membantu banyak perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan logistik tersebut,” ujar Jimmy.
Organisasi Perkumpulan PKSLI lahir tahun 2016 dari kegelisahan sekaligus visi besar para pendirinya terhadap masa depan logistik nasional. Saat itu, para pelaku shipping, forwarding dan rantai pasok melihat bahwa distribusi barang di Indonesia masih menghadapi banyak hambatan mulai dari tingginya biaya logistik, ketidak-terpaduan antar moda transportasi hingga keterbatasan akses distribusi ke berbagai pulau.
Melihat kondisi itu, sejumlah tokoh dan praktisi logistik memutuskan membentuk sebuah organisasi yang mampu menghubungkan berbagai sektor dalam ekosistem logistik nasional maupun internasional.
Mereka menyadari bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan yang luas, membutuhkan sistem logistik yang jauh lebih efisien untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hingga visi tersebut sejalan dengan arah pembangunan pemerintah sejak masa Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Para pendiri PKSLI meyakini bahwa posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan global hanya dapat dimaksimalkan jika distribusi barang baik impor maupun ekspor dikelola dengan efisien dan menjangkau seluruh wilayah.
Dibawah ini beberapa bentuk perusahaan shipping Logistics
Dan Non shipping Logistics yg tergabung dalam organisasi PKSLI
34 bidang usaha shipping Logistics yang tergabung dalam organisasi PKSLI:
1. Angkutan Pelayaran Route domestik
2. Angkutan Pelayaran Route International
3. Angkutan Maskapai Udara Domestik
4. Angkutan Maskapai Udara International
5. Transportasi Angkutan Cargo Darat (bermacam type trucking)
6. Freight Forwarding International
7. Ekspedisi Domestik & keagenan
8. Paket & Courier Parcel Domestic
9. Paket & Courier Parcel International
10. Cargo Consolidator export import
11. Cargo Consolidator Domestic & Retail Cargo
12. Perkapalan Breakbulk Services
13. Perkapalan Tug & Barge Services
14. Perkapalan Roro Services
15. Perkapalan LCT Services
16. Perkapalan Tramper services
17. Perkapalan liquid Tanker
18. Perkapalan Special equipment
19. Perusahaan Pelayaran PELNI
20. Perusahaan Pelayaran TOL Laut
21. Perusahaan bermacam jasa perkapalan supply, crewship & keganenan Pelayaran
22. Perusahaan Jasa Keagenan NVOCC
23. Perusahaan Movers Cargo
24. Perusahaan Specialist Project Cargo & Heavy Weight Moving
25. Perusahaan Keagenan Ekspedisi Daerah
26. Perusahaan PBM stevedoring
22. Perusahaan jasa EMKL/U
23. Perusahaan Jasa PPJK
24. Perusahaan Pergudangan CFS
25. Perusahaan Pergudangan Depot Container
26. Perusahaan Jasa pergudangan PLB
27. Perusahaan jasa Cold storage
28. Perusahaan jasa angkutan khusus berpendingin
29. Perusahaan persewaan Angkutan khusus dan alat alat berat
30. Perusahaan pengelolaan Dermaga
31. Perusahaan Pergudangan kawasan berikat
32. Perusahaan Lashing & Packaging & bersertifikat
33. Perusahaan Fumigasi & Inspection Surveyor
34. Perusahaan angkutan cargo kereta api (Kalog)
Termasuk Komunitas Lainnya:
1.Komunitas keagenan Freight Forwarding jaringan international dan Beberapa komunitas user (pemakai jasa) shipping Logistics
2. Komunitas binaan Perusahaan Campuran : Trading, Industri, UMKM dll
3. Komunitas binaan Pemasaran ekspor UMKM
4. Komunitas binaan untuk Pendidikan & Latihan ekspor, import, shipping, Logistics, Supply Chain
5. Komunitas Pelaku operasional & manager shipping dari Industri, Trading & UMKM

