SIDOARJO, NUSANTARAPOS – Pihak investor, PT. Firla Bumi Medika sebuah perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan dan farmasi telah menanamkan modalnya untuk mendirikan rumah sakit yang diberi nama Sido Hospital. Akses kesehatan khususnya bagi warga Sidoarjo Barat dan sekitarnya, kini semakin mudah. Sebab, tak lama lagi di wilayah tersebut, akan berdiri Rumah Sakit baru.
Direktur Utama Sido Hospital, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp. F.E.R dalam keterangannya mengatakan proses pembangunan gedung Sido Hospital telah dimulai dengan ditandai acara Ground breaking ceremony yang digelar di Aston Hotel Sidoarjo pada, kamis, (27/11/2025), kemarin. Ditargetkan selambat-lambatnya 14 bulan, pembangunan Sido Hospital sudah rampung dan siap operasional untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp. F.E.R, yang akrab dipanggil Prof Bus, juga mengatakan,” Sengaja kami pilih seremonial peletakan batu pertama pembangunan Sido Hospital di sebuah hotel, agar jangkauan tamu undangan tidak terlalu jauh untuk menghadiri acara ini.
” Alhamdulillah, sambutan sungguh luar biasa, dari Pemkab Sidoarjo hadir Bu Sekda Fenny Apridawati, Plt. Kadinkes Sidoarjo Dokter Laksmie Herawati dan kolega serta mitra kami lainnya. Harapannya, di mulai bulan November ini, pembangunan Sido Hospital bisa selesai di 12 bulan atau 14 bulan. Sehingga dapat segera berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya Sidoarjo,” ungkap Prof Bus, Minggu (30/11/2025).
Menurut dokter spesialis ahli dalam bidang Ginekologi dan Onkologi ini, alasan dipilihnya Desa Kemangsen Kecamatan Balongbendo, wilayah Sidoarjo barat lokasi berdirinya Rumah Sakit Sido Hospital, karena dari hasil survey jumlah penduduknya sangat padat. Sementara sebaran rumah sakit banyak yang berada di Sidoarjo kota, sehingga dibutuhkan kehadiran rumah sakit baru.
“Sido hospital ini melengkapi jumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Saat ini total ada 32 rumah sakit, terbanyak letaknya berada di jantung kota Sidoarjo. Sebelumnya kami juga sudah melakukan survey, akhirnya dipilih Desa Kemangsen Balongbendo sebagai lokasi rumah sakit ke 33 di Sidoarjo yang kami namai Sido Hospital,” aku dokter yang akrab dipanggil Prof Bus, singkatan dari nama Budi Santoso.
Sido Hospital, imbuhnya, dibangun tiga lantai diatas lahan seluas 5.877 meter persegi. Rumah sakit tipe C dengan 101 tempat tidur tersebut menghadirkan tiga layanan utama yakni Critical care, Trauma care, women and children care.
“Selain penanganan tiga hal utama itu, tentu Sido Hospital tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik lainnya seperti rumah sakit pada umumnya. seperti bedah orthopedi, deteksi penyakit dalam, reproduksi, kemudian urologi dan nefrologi yang berkaitan dengan kesehatan ginjal, serta masih banyak spesialis lainnya. Sehingga untuk berobat, masyarakat tidak perlu harus mencari rumah sakit di luar Sidoarjo ,” terang Prof Bus tanpa bermaksud promosi.
Senada dengan itu, Direktur Operasional Sido Hospital, dr. Ervano memaparkan Rumah sakit yang sedang dibangun pihaknya di Sidoarjo Barat ini, ke depan akan dikembangkan menjadi tujuh lantai.
“InsyaAllah, secara konstruksi bangunan mampu menopang hingga tujuh lantai. Pengembangan itu, akan dilakukan melihat kebutuhan dan perkembangan di waktu mendatang,” tuturnya.
Sebagai rumah sakit tipe C, lanjut Ervano, Sido Hospital membuka pelayanan bagi pasien BPJS Kesehatan Kelas Rawat Inap Standar (Kris) dan umum. Rumah Sakit Sido Hospital berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat khususnya radius 5 km.
“Sido Hospital terbuka untuk masyarakat umum atau pengguna asuransi serta pasien BPJS Kesehatan layanan terbaru Kris. Untuk jenis layanan kesehatan apa saja yang dibutuhkan, kami akan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar rumah sakit, khususnya dalam radius 5 kilometer,” pungkasnya. (Aryo).

