BISNIS  

Akhir 2025, Cilacap Catat 19.600 Dosis Vaksin PMK untuk Ternak Ruminansia

CILACAP, NUSANTARAPOS.co.id — Upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Cilacap menunjukkan hasil signifikan. Hingga penghujung 2025, Dinas Pertanian setempat telah menyalurkan sekitar 19.600 dosis vaksin untuk sapi, kambing, dan domba.

 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Slamet Sugino, menjelaskan bahwa vaksinasi dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap awal, sekitar 4.250 dosis didistribusikan, kemudian disusul 2.350 dosis tambahan. Tahap berikutnya menyasar sekitar 10.000 dosis.

 

“Per Oktober 2025, pencapaian vaksinasi telah menyentuh 17.884 dosis,” ujar Slamet, Senin (1/12/2025).

 

Ia menambahkan, percepatan vaksinasi pada November berhasil menambah 1.716 dosis. “Jika ditotal, sudah 19.600 dosis diberikan untuk ternak ruminansia di Cilacap,” jelasnya.

 

Slamet optimistis bahwa cakupan vaksinasi akan mendekati target maksimal hingga akhir tahun. “Kami upayakan bisa menyentuh 100 persen,” katanya.

 

Kecamatan Binangun menjadi wilayah dengan jumlah vaksinasi tertinggi, mencapai 3.000 hingga 4.000 ekor ternak.

 

Dalam pelaksanaan vaksinasi, dinas melibatkan tenaga lapangan dari berbagai unsur, mulai dari petugas teknis, delapan dokter hewan, hingga paramedis dan inseminator di masing-masing wilayah.

 

Slamet berharap vaksinasi masif ini mampu menjaga kesehatan ternak dan meminimalkan risiko penyebaran PMK. Ia menegaskan bahwa kasus PMK yang pernah muncul di awal tahun telah sepenuhnya terkendali.

 

“Menjelang akhir tahun kami tidak lagi menemukan adanya kasus PMK. Kondisinya sudah aman,” ujarnya.

 

Dengan capaian ini, Slamet menargetkan minimal 80 persen populasi ternak ruminansia di Cilacap berada dalam kondisi sehat dan terlindungi dari PMK. (Asih)