PACITAN,NUSANTARAPOS,- Organisasi Forum Pewarta Pacitan (FPPA) di Kabupaten Pacitan ternyata memiliki posisi yang strategis dalam pucuk komando organisasi profesi wartawan. Karena, saat ini sudah ada sekitar 50 awak media di Pacitan yang terdaftar di Kominfo.
Untuk menentukan arah ke depan mengenai keberlangsungan FPPA ini, ketiga mantan ketua yang terdahulu seperti Yuniardi Sutondo, Danur Suprapto, Agus Wibowo melakukan pertemuan guna membahas isu hangat yang berkembang di tubuh FPPA. Mereka berharap organisasi FPPA bisa menjadi wadah pengembangan SDM para anggotanya dan bisa menentukan arah tujuan roda organisasi, bukan sekadar tempat Tebar Pesona.
Dalam pertemuan mantan 3 Ketua FPPA tersebut, mereka menilai masih merasa punya tanggung jawab penting dalam memajukan dan mengawal kepengurusan FPPA setiap saat, tidak terlepas dari siapapun ketuanya
Yuniardi Sutondo atau Yuyun, mantan Ketua FPPA Pertama yang pernah menjabat 2 periode ini menuturkan, ” Posisi sebagai ketua luar biasa, Jabatan yang tidak bergaji tapi mentereng dan mempunyai akses luas serta pengaruh tinggi ini dari awal memang banyak di minati.”
Sementara, Agus Wibowo Mantan Ketua FPPA yang masih punya pengaruh kuat di area kota ini berharap agar pemimpin tidak hanya mementingkan gebyarnya saja, melainkan harus memiliki tanggung jawab dan kemajuan organisasi yang perlu diperhatikan.
” Berpikir rasional dan objektif itu perlu bagi pemilih yang mempunyai hak suara di Pebruari 2026 nanti,” kata Agus Wibowo dalam rilisnya yang diterima redaksi, Jumat (19/12/25).
Selain itu, Danur Suprapto yang juga mantan ketua FPPA selama 2 periode mengatakan bahwa organisasi sebaiknya di jalankan sesuai alurnya tidak terlepas dari AD/ ADT FPPA. “Organisasi bukan ajang grudak gruduk, namun sebagai wadah tempat belajar bersama, wadah pengembangan diri dan kesejahteraan bersama, ” ungkapnya.
Selain itu, Danur juga menyoroti soal Balai Wartawan yang saat ini seolah tidak berfungsi. Ia menyayangkan kenapa kantor tersebut tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. ”Kantor balai segitu luas dan besar harusnya sudah bisa di manfaatkan sebagai media Center, kegiatan komersil, atau kegiatan sosial, saat ini saya prihatin karena tidak maksimal penggunaannya, ” tutup Danur.

