Tolikara, NUSANTARAPOS – Pemerintah Kabupaten Tolikara terus menggenjot pembangunan di wilayahnya dengan fokus pada peningkatan akses transportasi udara, pendidikan, dan layanan kesehatan, meski berada di tengah keterbatasan dan kebijakan efisiensi anggaran.
Bupati Tolikara Willem Wandik mengatakan, pembangunan lapangan terbang perintis menjadi kebutuhan mendesak mengingat sebagian besar wilayah Tolikara masih tergolong tertinggal dan terisolasi, serta lebih dominan mengandalkan transportasi udara untuk menjangkau distrik-distrik yang jauh.
“Untuk beberapa wilayah yang tertinggal dan terisolasi, kami membuka lapangan terbang perintis guna mempermudah akses dan menjangkau distrik-distrik yang sulit. Sokongan APBN sudah kami dapatkan, meski nilai pastinya belum diketahui dan regulasinya mulai berjalan tahun ini,” kata Willem Wandik usai mengikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC Bogor, Senin (2/2).
Menurutnya, Pemkab Tolikara mengkombinasikan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung operasional penerbangan perintis sebagai urat nadi konektivitas wilayah.
Di sektor pendidikan, Pemkab Tolikara juga menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi guna memperkuat sumber daya manusia dan pengelolaan potensi daerah.
“Kami sudah melakukan MoU dengan Fakultas di Munchen, Universitas Cenderawasih, dan UNIPA. Tujuannya untuk pengembangan SDM dan pengelolaan potensi daerah, minimal ada akademisi yang membantu kami,” ujarnya.
Sementara itu, untuk layanan kesehatan, Pemkab Tolikara bekerja sama dengan Rumah Sakit Harapan Jayapura agar penanganan pasien rujukan dan kondisi darurat bisa dilakukan dengan cepat.
“Kalau ada kondisi urgen, kami bisa tangani langsung melalui kerja sama dengan RS Harapan Jayapura. Di sektor kesehatan ini, subsidi dari APBN juga cukup besar,” kata Willem.
Willem menegaskan, Pemkab Tolikara tetap berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan pendidikan, kesehatan, dan pemanfaatan potensi daerah, meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.
“Di tengah efisiensi, kami nekat dan mengerahkan semua kekuatan untuk menghadirkan dua universitas dan maskapai penerbangan perintis. Ini baru awal tahun, dan baru berjalan satu tahun, jadi kalau disebut gagal itu tidak benar dan tidak berdasar,” tegasnya..
Terkait kinerja pemerintahan, Willem menjelaskan bahwa saat ini proses sidang DPR Kabupaten Tolikara tetap berjalan, meskipun sebagian masih dilakukan di Jayapura akibat keterbatasan jaringan internet di daerah.
“Sidang DPR sekarang tetap berjalan. Hanya saja karena jaringan internet, sebagian dilakukan di Jayapura. Kalau jaringan sudah kuat, semua bisa diinput langsung dari Tolikara sehingga DPRD bisa bekerja di kabupaten tanpa harus ke Jayapura,” pungkasnya.

