Aceh, NUSANTARAPOS – Mungkin banyak orang lupa tentang kontribusi Aceh untuk bangsa Indonesia, dimana saat itu Aceh telah menyumbangkan pesawat Garuda, Monas dan juga radio rimba raya. Sumbangsih Aceh terhadap bangsa Indonesia tentunya tak terlepas dari kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya.
“Akan tetapi masih ada sebagian masyarakat Aceh yang menuntut keadilan dan kesejahteraan. Tentunya ini menjadi sebuah persoalan yang harus diselesaikan bersama-sama agar tuntutan masyarakat tersebut bisa dipenuhi,” kata Dody Iwa Kusuma Jaya pengamat Aceh melalui siaran pers, Minggu (8/2/2026).
Dody menyatakan tentunya untuk menyelesaikan tuntutan itu banyak faktor yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah kita harus bisa menjadikan provinsi Aceh bisa menjadi daerah yang naik di kelas dunia, bagaimana cara itu dilakukan? Tentunya dengan menciptakan sumber daya manusia yang handal dari segala sektor.
“Di era kepemimpinan Mualem (Muzakir Manaf) dan Dek Fath (Fadhlullah) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh saat ini sesuai dengan visi misinya harus bisa lebih cepat membangun daerahnya sendiri. Caranya adalah dengan tidak boleh memilah investor yang ingin berinvestasi di negeri yang terkenal dengan Serambi Mekkah itu, kita harus terbuka kepada investor demi kemajuan Aceh ke depannya,” katanya.
Dody menjelaskan dengan adanya pasar global saat ini di hadapan kita, Aceh mempunyai peluang besar karena letak geografisnya yang strategis. Beberapa sektor investasi yang menjanjikan diantaranya adalah di bidang perikanan, karena di sana ada ikan tuna, lobster dan gurita yang bisa untuk diekspor.
“Selain perikanan, tentunya di Aceh da pertanian yang cukup baik kualitasnya seperti cabe, tomat dan sayur mayur. Termasuk perkebunan sawit yang cukup luas meskipun pabrik CPO belum tersedia padahal terdapat beberapa negara yang membutuhkan sawit seperti India, Pakistan dan Thailand,” ujarnya.
Menurut Dody, selain investasi di bidang perikanan dan pertanian, di Aceh juga sangat besar peluangnya untuk berinvestasi di bidang pendidikan dan kesehatan. Di sektor wisata juga belum dimaksimalkan, karena penataan yang belum optimal sehingga juga menjadi peluang yang cukup besar bagi para investor dan di dunia penerbangan juga perlu lebih ditingkatkan lagi baik di intercity atau internasional yang belum banyak dilihat.
“Di sektor UMKM juga banyak yang harus dikembangkan seperti parfum dan ikan terbaik ada di Aceh, untuk itu sudah saatnya Aceh harus menerima para investor datang. Jangan hanya tertumpu dengan investasi Malaysia, Aceh harus buat terobosan baru dalam pengembangan investasi, masyarakat Aceh sangat terbuka dalam segala hal, saya sangat yakin dengan terobosan baru gubernur dan wakil gubernur akan sangat cepat Aceh mengalami perubahan dengan cara semua pihak saling bahu membahu,” ungkapnya.

