- Dokumen bisa terlipat, sobek, atau bahkan basah. Hal ini tentu sangat fatal jika yang dikirim adalah kontrak bisnis, dokumen legal, atau sertifikat penting.
- Barang elektronik atau produk fragile berisiko retak dan tidak bisa digunakan lagi. Terlebih lagi, jika pengiriman dilakukan lintas negara dengan durasi yang cukup panjang.
- Barang bisa tertahan di bea cukai karena tidak menggunakan material packing yang sesuai standar internasional, khususnya untuk pengiriman menggunakan kayu.
Hati-Hati Salah Packing Bisa Berujung Klaim. Ini Alasan Kenapa Lebih Aman Ditangani Ahlinya

Mengirim barang ke luar negeri memang terlihat sederhana. Tinggal bungkus, kirim, lalu tunggu sampai tujuan. Namun kenyataannya, proses pengiriman internasional jauh lebih kompleks. Salah packing sedikit saja bisa berujung pada kerusakan, penolakan bea cukai, bahkan klaim kerugian yang merugikan pengirim.Karena itu, memahami pentingnya teknik packing yang tepat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Apalagi jika Anda rutin melakukan pengiriman dokumen penting, barang bernilai tinggi, atau produk bisnis ke luar negeri.Kenapa Salah Packing Bisa Berujung Klaim?
Banyak orang mengira bahwa bubble wrap dan kardus sudah cukup untuk melindungi kiriman. Padahal, standar pengiriman internasional memiliki regulasi dan prosedur tertentu. Jika packing tidak sesuai standar, maka risiko kerusakan selama transit akan meningkat.Selain itu, proses pengiriman luar negeri melibatkan banyak tahapan. Barang akan berpindah dari gudang ke kendaraan, lalu ke bandara, kemudian ke negara tujuan. Setiap perpindahan ini berpotensi menimbulkan tekanan, benturan, atau perubahan suhu ekstrem.Akibatnya, jika barang rusak karena packing yang tidak memadai, pihak ekspedisi bisa menolak klaim karena dianggap tidak memenuhi standar keamanan pengiriman. Inilah yang sering terjadi dan jarang disadari oleh pengirim.Risiko Nyata Akibat Packing yang Tidak Profesional
