BISNIS  

Melampaui Keuntungan Jangka Pendek, Cara Investor Indonesia Menyusun Strategi Jangka Panjang di Market Volatile 2026

Jakarta, 3 Maret 2026 — Tahun ini diawali dengan situasi geopolitik dan ekonomi yang tidak menentu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang mempengaruhi arah pasar. Dalam rangka memberikan solusi bagi masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, Nanovest menyelenggarakan acara “Golden Hours” yang bertujuan memberikan insight terkait strategi investasi jangka panjang di tahun 2026.Acara yang diselenggarakan di Kyro, Pacific Place ini menggabungkan suasana Ramadhan yang hangat dengan diskusi ringan namun relevan tentang ekonomi. Pada sesi ini, para pembicara membahas kondisi pasar serta investasi yang menjadi sorotan di tahun 2026. Nanovest melihat Ramadhan sebagai momentum untuk refleksi, tidak hanya secara spiritual tetapi juga finansial. Di tengah ketidakpastian global, literasi investasi menjadi semakin penting agar masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak.Sepanjang tahun 2025, platform Nanovest mencatatkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi pengguna maupun aktivitas transaksi, dengan trading volume yang meningkat hingga 70% YoY dan lebih dari 1,1 juta pengguna yang telah terverifikasi. Pertumbuhan ini didorong oleh peluncuran berbagai produk inovatif seperti IDDB, Crypto Staking, Gadai Digital, dan Web 3 Trading. Namun, Nanovest juga mengamati perubahan perilaku investor, terutama generasi muda.Jovita Widjaja, CMO Nanovest, menjelaskan bahwa tahun 2026 bukan lagi era mengejar keuntungan instan. “Kami melihat perubahan pola pikir investor, terutama generasi muda, yang sekarang fokus pada membangun portofolio yang sehat dan tahan dalam menghadapi ketidakpastian pasar,” ujar Jovita. Menurutnya, acara Golden Hours ini akan memberikan insight menarik yang dapat membantu investor menyusun strategi investasi yang tepat.Dalam sesi Market Talks, para pembicara membahas bahwa tahun 2026 akan menjadi periode kedewasaan pasar. Tjoe Ay, CMO Jarvis Asset Management, menyoroti pentingnya melihat aliran dana institusional dan memfokuskan pada saham yang berbasis fundamental. Sementara itu, Jason Nathanael, Investment Expert, menambahkan bahwa portofolio yang ideal adalah kombinasi antara aset pertumbuhan dan aset stabil. “Aset pertumbuhan menangkap peluang ekonomi baru, sementara aset defensif menjaga daya beli,” ujarnya.Selain itu, pembicara juga memaparkan potensi saham dari sektor teknologi dan finansial, dengan saham seperti NVIDIA dan Microsoft yang diprediksi tetap menjadi motor pertumbuhan berkat monetisasi AI. Emas juga diproyeksikan akan tetap menjadi aset aman, didukung oleh kebijakan pelonggaran Federal Reserve dan inisiatif global.Nanovest, sebagai platform investasi yang juga menawarkan akses saham Amerika Serikat, bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam membangun portofolio global. Hal ini membuka peluang bagi investor muda untuk mengembangkan aset mereka dengan mudah dalam satu aplikasi.Nanovest berkomitmen untuk memperkuat literasi keuangan nasional dengan pendekatan yang inklusif, mencakup generasi muda yang baru memulai perjalanan finansial hingga generasi yang lebih matang dalam mengelola aset mereka.Ramadhan, menurut Nanovest, merupakan waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan baru dalam merencanakan masa depan finansial yang lebih baik, karena waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah saat kita memahami tujuan kita. Press Release ini juga tayang di VRITIMES