Oleh
Muhammad Natsir
Ketua DPP KNPI/Kornas Gerakan Muda Pembaharu
JAKARTA, NUSANTARAPOS – Penyatuan Politik (1949): Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 1 Oktober 1949 di bawah Mao Zedong mengakhiri puluhan tahun kekacauan, perang saudara, dan invasi asing. Persatuan ini menciptakan stabilitas yang menjadi fondasi pembangunan negara. Dari sinilah titik balik kebangkitannya.*
Kebangkitan Tiongkok menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia tidak lepas dari persatuan nasional yang kokoh, yang memungkinkan stabilitas politik, kebijakan jangka panjang, dan mobilisasi sumber daya manusia secara masif.
Persatuan Nasional bukan sekedar retorika tapi seruan filosofi kohesi sosial. Urgensi persatuan sangat krusial sebagai fondasi utama menjaga stabilitas NKRI, memperkuat ketahanan nasional dari ancaman internal/eksternal, dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Hambatan internal yang terdiri dari stabilitas politik membuat Indonesia lambat bertransformasi menjadi negara maju. Krisis kohesi sosial ini berlangsung setiap pergantian kekuasaan dan berdampak pada konsentrasi politik will pemerintahan.
Seruan persatuan nasional sesungguhnya adalah ajakan untuk menggeser aspirasi menuju ikhtiar nyata, berdampak pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Ini adalah seruan untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa. Bahwa apapun aspirasi yang di sampaikan oleh seluruh elemen sipil bangsa harus bermuara pada satu tujuan, yaitu untuk kepentingan bangsa dan rakyat.
Kritik semua elemen masyarakat terhadap pemerintahan harus dengan dengan basis argumen yang konstruktif dan solutif dalam rangka tercapainya untuk satu tujuan bersama. Sebuah capaian yang menjadi harapan kesadaran kolektif.
Hemat saya, hal ini lah yang mendasari kesadaran Sufmi Dasco Ahmad hingga menyerukan persatuan nasional kepada seluruh elemen-elemen sipil Bangsa. Sebuah seruan yang mencerminkan harapan pengabdian anak bangsa untuk kepentingan bangsa dan rakyat.
Seruan Persatuan Nasional ini juga sejalan dengan politik will Presiden Prabowo yang ingin Indonesia bertransformasi menjadi negara maju, kuat dan mandiri dalam sejumlah sektoral.
Sejumlah program prioritas presiden Prabowo Subianto, seperti hilirisasi energi dan perbaikan gizi serta kualitas sumber daya manusia dengan menghadirkan Sekolah Rakyat gratis, bergerilya dalam diplomasi internasional merupakan pilar utama transformasi.
Kesadaran kohesi sosial dalam mendukung kemajuan bangsa merupakan sesuatu hal yang krusial, kesadaran kolektif ini juga merupakan manifesto kesadaran demokrasi gotong royong.
Selain itu, seruan persatuan nasional ini mempunyai akar histori panjang dan keselarasan dengan kultur serta budaya masyarakat sipil Indonesia. Yaitu budaya gotongroyong dan persaudaraan yang tinggi. Seruan persatuan nasional merupakan seruan filosofi kohesi sosial

