MUSIK  

Video Musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” Sal Priadi Puncaki Trending YouTube

Jakarta, Nusantarapos — Titik-titik boleh jadi pertanda jujur bagi rasa sesal yang tak kunjung tertumpahkan. Namun, dalam kehidupan yang berlalu dan selalu dipungkasi doa-doa penghujung malam, titik-titik itu tidak pernah berupa kekosongan, melainkan terisi pasti oleh nama orang-orang tersayang.

Sal Priadi, pencipta sekaligus penyanyi lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa”, tahu persis soal itu. Maka dengan cara yang sama, Sal mantap melengkapi titik-titik perjalanan album penuh keduanya, Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF), dengan merilis Video Musik Ada Titik-Titik di Ujung Doa pada 11 Maret 2026.

“Lagu ‘Ada Titik-Titik di Ujung Doa’ yang akan dilengkapi dengan video musik ini akan menjadi penghujung rangkaian album MASPF,” tutur Sal. “Saya harap karya ini dapat menjadi titik pengharapan terbaik untuk bertolak ke titik-titik perjalanan selanjutnya,” ujarnya melalui Siaran Pers yang diterima redaksi, Senin (16/3/2026).

Video Musik Ada Titik-Titik di Ujung Doa sendiri ditulis dan diarahkan oleh Bernardus Raka, sutradara yang berpengalaman memvisualisasikan banyak nada dan rasa dari suatu lagu ke dalam gambar bergerak.

Memusatkan kisah pada seorang bapak yang bekerja sebagai pengemudi truk, video musik
berdurasi 8 menit 9 detik ini menggulirkan pergulatan batin yang tak terucap. Seperti
mengelaborasi liriknya, kisah tersebut memperlihatkan bagaimana jarak dan kealpaan raga dapat menghantui hubungan seseorang dengan orang-orang terkasih.

Pendekatan naratif yang dibangun Bernardus Raka tidak dimaksudkan untuk membatasi makna “Ada Titik-Titik di Ujung Doa”. Sebaliknya, video musik ini justru membuka ruang-ruang interpretasi melalui sajian audio-visual yang kian reflektif.

Sejak dirilis sebagai bagian dari album MASPF (2024), “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” telah diputar lebih dari 80 juta kali di berbagai platform streaming digital, termasuk lebih dari 50 juta pemutaran di Spotify serta lebih dari 30 juta penayangan versi audio dan video lirik di YouTube.

Video Musik Ada Titik-Titik di Ujung Doa merupakan video musik resmi keempat dari album MASPF—menyusul “Semua Lagu Cinta”, “Dari Planet Lain”, dan “Gala Bunga Matahari”.

Kehadirannya juga siap melengkapi pengalaman Video Live Performance “Ada Titik-Titik di Ujung Doa”, yang meraih lebih dari 1,8 juta penonton dalam satu bulan sejak dirilis.

Sementara bagi Sal, perilisan Video Musik Ada Titik-Titik di Ujung Doa tidak semata-mata menamatkan perjalanan. Karya ini justru disiapkan sebagai titik penyambung menuju fase kreatif berikutnya.

“Meski belum genap dua tahun dari peluncuran album MASPF, saya sudah siap menyambut album studio ketiga. Saya merasa ada kisah-kisah yang lebih reflektif.

Menurut Sal, kekuatan video musik, yang melakukan proses pengambilan gambar di sekitar wilayah Malang ini, berasal dari sentuhan magik dari para pembuat dan seluruh orang yang terlibat dalam prosesnya. “Kehadiranku sangat minim di proses ini, hampir tidak ada,” tutur Sal.

“Apresiasi tertinggi harus ditujukan kepada Bernardus Raka, bersama segenap filmmaker dan seluruh nama-nama yang terlibat di dalam prosesnya,” jelasnya.

Sejak dirilis sebagai bagian dari album MASPF, lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” telah diputar lebih dari 90 juta kali di berbagai platform streaming digital, termasuk lebih dari 55 juta pemutaran di Spotify serta lebih dari 35 juta penayangan versi audio dan video lirik di YouTube.

Video musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” menjadi video musik resmi keempat dari album MASPF—menyusul Semua Lagu Cinta, Dari Planet Lain, dan Gala Bunga Matahari—sekaligus karya termutakhir sebelum menyambut album terbaru Sal Priadi.

“Meski belum genap dua tahun dari peluncuran album MASPF, saya sudah siap menyambut album studio ketiga. Saya merasa ada kisah-kisah yang terus mengetuk sejak lama, dan ingin sekali saya bagikan kepada banyak orang,” tutup Sal.