GOSIP  

Cindy Rizap Bantah Isu Jadi Selingkuhan Suami Maissy

Jakarta – Selebgram sekaligus dokter koas, Cindy Rizap memberikan klarifikasi dan membantah soal isu yang menyebut dirinya sebagai perusak rumah tangga mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela dengan sang suami dr. Riky Febriansyah.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan. “Aku santai aja karena merasa tidak bersalah. Mungkin ini jadi ladang pahala dan cara Allah membersihkan dosa,” katanya, Minggu (22/3/2026).

Meskipun sempat merasa lelah secara mental, Cindy memilih tetap fokus menjalani aktivitas, termasuk pendidikan kedokterannya.

Selain itu, dia juga tetap bersyukur karena orang-orang terdekat yang mengenalnya secara pribadi tetap mendukungnya. “Orang-orang yang kenal aku justru bingung kenapa bisa ada anggapan seperti itu,” terangnya.

Meski secara pribadi telah memaafkan pihak-pihak yang menyebarkan fitnah, Cindy memastikan proses hukum tetap berjalan melalui kuasa hukumnya. “Aku memaafkan, tapi untuk proses hukum tetap lanjut,” tegas Cindy.

Ia juga meluruskan isu terkait dukungan kampus, yang menurutnya hanya berkaitan dengan penilaian akademik, bukan urusan pribadi.

“Kampus menilai secara objektif. Kalau aku tidak layak, pasti tidak lulus. Tapi Alhamdulillah semua berjalan baik secara akademis,” paparnya.

Dan di momen Lebaran ini, Cindy tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, di tengah pemberitaan tentang dirinya yang sempat ramai diperbincangkan belakangan ini.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya lagi.

Di sisi lain, Cindy mengaku momen Lebaran tahun ini terasa sangat berkesan karena bisa berkumpul lengkap bersama keluarga besarnya, yang sebagian datang dari Palembang.

“Capek di penghujung hari, tapi senang banget karena bisa kumpul sama keluarga yang jarang ketemu,” lanjutnya.

Cindy menjelaskan, tradisi Lebaran di keluarganya memang selalu berpindah-pindah lokasi setiap tahun. Tahun ini digelar di rumah orang tuanya, sementara tahun sebelumnya di rumah kerabat, dan tahun depan direncanakan berganti lagi agar tidak monoton.

Selain silaturahmi, tradisi khas keluarga mereka juga diisi dengan berbagi THR, bermain gym bersama, hingga menikmati hidangan khas seperti pempek, yang selalu hadir saat Lebaran.

Namun bagi Cindy, bukan makanan yang paling spesial, melainkan kebersamaan. “Yang paling spesial itu kedekatan dan keakraban keluarga. Karena kita semua sibuk, apalagi banyak yang dari dunia kedokteran, jadi susah kumpul,” tuturnya.

Ia juga sempat membandingkan pengalaman Lebaran di Indonesia dengan saat dirinya merayakan di luar negeri pada 2019. Menurutnya, Lebaran di luar negeri tak lengkap karena disana berbeda suasana dan tak ada tradisi memasak ketupat dan rendang.

“Lebaran di luar negeri rasanya beda banget. Lebih enak di Indonesia,” katanya.

Menutup pernyataannya, Cindy berharap momentum Lebaran bisa menjadi ajang introspeksi diri bagi semua pihak. “Semoga kita semua bisa jadi pribadi yang lebih baik dan saling memaafkan,” pungkasnya.