Pelalawan, Nusantarapos – Buruknya Pelayanan kesehatan di Kabupaten Pelalawan, Riau, memang menjadi perhatian serius. Beberapa kali terjadi kasus yang menunjukkan buruknya pelayanan kesehatan, dan ini sangat memprihatinkan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan dapat lebih serius dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Keselamatan manusia adalah prioritas utama, dan pelayanan kesehatan yang baik adalah hak setiap warga negara.
Sebuah video berdurasi 29 detik yang beredar di media sosial memicu perhatian publik terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Bunut, Kabupaten Pelalawan. Dalam video tersebut, seorang warga menyampaikan keluhan lantaran tidak adanya petugas kesehatan yang berjaga saat pasien kecelakaan membutuhkan pertolongan.
“Tolong pemerintah terkait, kecelakaan satupun petugas piket tidak ada, kecelakaan patah, yang terus bermasalah Puskesmas Bunut, tolonglah,” ujar perekam video tersebut, Sabtu (28/3/2026).
Peristiwa itu bermula ketika seorang pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Bono mengalami patah tulang dan segera dibawa warga ke Puskesmas Bunut untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, setibanya di lokasi, warga mendapati tidak ada petugas kesehatan yang berjaga
Kondisi tersebut membuat penanganan pasien sempat tertunda. Warga yang panik hanya bisa menunggu hingga petugas kesehatan datang ke lokasi. Setelah beberapa waktu, petugas akhirnya tiba dan langsung memberikan penanganan kepada korban kecelakaan.
Menanggapi kejadian tersebut, anggota DPRD Kabupaten Pelalawan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Asnol Mubarack, M.Si, langsung turun ke Puskesmas Bunut. Dalam video yang turut beredar, ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan untuk segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan di puskesmas tersebut.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan, terutama di fasilitas dasar seperti puskesmas, harus selalu siaga, terlebih dalam kondisi darurat seperti kecelakaan lalu lintas.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pertolongan justru tidak mendapatkan layanan terbaik karena tidak adanya petugas,” tegasnya.
Peristiwa ini pun menuai sorotan masyarakat yang berharap adanya perbaikan sistem pelayanan dan kedisiplinan petugas kesehatan di Puskesmas Bunut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Publik memang berhak bertanya tentang keputusan Bupati Pelalawan yang mempertahankan jabatan Kepala Dinas Kesehatan jika memang terbukti tidak layak. Evaluasi dan tindakan nyata sangat dibutuhkan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di Kabupaten Pelalawan.
Masyarakat berharap Bupati Pelalawan dapat menjawab pertanyaan publik dan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. (JH)

