TARAKAN, NUSANTARAPOS — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan monitoring ketersediaan energi selama Ramadan dan Idul fitri 2026 di Kota Tarakan.
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memastikan bahwa penyediaan dan distribusi energi di Tarakan berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ia menyebutkan, stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mencukupi, serta distribusinya berjalan lancar tanpa kendala di lapangan. “Seluruh distribusi terkonfirmasi aman dan lancar, serta masyarakat tidak mengalami kendala,” ujarnya.
Selain itu, jaringan gas kota (jargas) yang dikelola PGN saat ini telah melayani sekitar 34.145 sambungan rumah tangga di Tarakan. Penyaluran gas dinilai berjalan baik dan mampu mendukung kebutuhan energi rumah tangga, terutama untuk memasak. Dari sisi biaya, penggunaan jargas dinilai lebih efisien. Rata-rata pengeluaran masyarakat berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000 per bulan, tergantung tingkat konsumsi. Jika dibandingkan dengan LPG non-subsidi, biaya penggunaan jargas hanya sekitar 29 persen, sedangkan dibandingkan LPG subsidi sekitar 72 persen, sehingga memberikan penghematan yang signifikan. Pasokan gas yang berasal dari Pertamina EP Tarakan dan Medco juga dilaporkan dalam kondisi stabil tanpa gangguan, sehingga mendukung keberlanjutan layanan jargas.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Tarakan, Ajat Jatnika, dalam kesempatan itu mengusulkan penambahan jaringan gas kota untuk sekitar 10.000 sambungan rumah tangga. Usulan tersebut difokuskan pada dua kelurahan yang hingga kini belum terlayani jargas. Menurut Ajat, penambahan tersebut diharapkan dapat mendorong cakupan layanan jargas di Tarakan hingga mencapai 100 persen. Usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu tindak lanjut. “Diharapkan dapat direalisasikan melalui dukungan program pemerintah pusat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi upaya seluruh pihak dalam memastikan ketersediaan energi, khususnya di wilayah yang relatif jauh dari pusat distribusi, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan energi yang merata dan berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan penyaluran gas serta mendukung pengembangan jaringan gas kota di Tarakan sesuai kebijakan pemerintah. “Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk terus mendistribusikan jargas kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, rombongan juga meninjau langsung sejumlah pelanggan PGN, di antaranya Warung Teras serta rumah tangga di RT 05 Kelurahan Karang Rejo. Sejumlah pelanggan menyampaikan apresiasi atas distribusi gas yang dinilai berjalan dengan baik dan stabil. (Aryo).

