HUKUM  

Warga Desa Watukarung Minta Bumdes Desanya Diaudit

Rekapitulasi Wisata Kasab

PACITAN,NUSANTARAPOS,-  Desa Watukarung yang sekarang memiliki pengurus baru di Badan Umum Milik Desa (Bumdesa) diduga masih enggan untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Mereka masih merasa terganjal dengan para pengurus Bumdes periode sebelumnya, lantaran masih ada dugaan permainan dalam pengelolaan keuangan Bumdes.

Bahkan selama ini warga Desa Watukarung yang semula diam dan baik-baik saja, ternyata menyimpan kecurigaan terhadap pengurus Bumdes Desa Watukarung, pasalnya, ada dugaan penggelembungan dana di sector pariwisata yang dikelola oleh Bumdes Desa Watukarung.

“Permasalahan ini sudah ada dugaan sejak kemarin sebelum dibentuknya pengurus Bumdes yang baru. Kami khawatir pengurus lama hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan golongan,” kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (5/4/26).

Permasalahan ini pada malam Minggu tadi malam sudah ramai diperbincangkan oleh beberapa orang warga Desa Watukarung. Mereka takut kalua pengurus baru nanti juga dimanfaatkan oleh sebagian orang yang memiliki pengaruh di Desa Watukarung.

Perbincangan pun makin ramai ketika beberapa warga mencari informasi ke Kantor Pajak Daerah dan mendapatkan hasil rekap pajak wisata Pantai Kasab Tahun 2024 sampai dengan 2026.

Dari hasil diskusi tersebut diduga ada temuan selisih sebesar Rp. 50 juta rupiah lebih. Oleh karena itu warga Desa Watukarung pun meminta untuk diaudit oleh pemerintah daerah Kabupaten Pacitan dengan benar dan teliti. “Kami berharap keuangan yang dikelola oleh Bumdes Desa Watukarung ini segera diaudit agar pengurus yang baru dapat bekerja kembali dengan baik,” pungkasnya.