Tangerang, NUSANTARAPOS – Gemuruh suara mesin besar tidak hanya memecah keheningan kawasan PIK 2, Tangerang pada Kamis (9/4/2026) malam, namun juga menjadi simbol kembalinya sang pemimpin. Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) menggelar Halal Bihalal dan Silaturahmi Nasional yang emosional, menandai kembalinya Ahmad Sahroni di tengah keluarga besar bikers tanah air.
Malam itu bukan sekadar pertemuan rutin. Bagi Ahmad Sahroni, ini adalah momen pembuktian setelah melewati tahun yang penuh cobaan. Pasca-insiden penjarahan kediamannya pada Agustus 2025 akibat fitnah dan pelintiran ucapan, sosok yang kini telah menyandang gelar Doktor tersebut tampil dengan kepala tegak.
Di hadapan ratusan pengurus pusat dan cabang, Sahroni mengenang masa-masa sulit saat dirinya disomasi oleh rekan-rekan organisasinya sendiri.

“Saya tidak pernah mundur untuk melakukan apa yang tidak pernah saya lakukan. Kejadian itu adalah ujian, dan pesan saya kepada teman-teman: jangan karena jabatan, kita menjadi lupa diri,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR RI tersebut dengan nada tenang.
Ketua HDCI Jakarta, Ramadhan Agit, mengungkapkan bahwa organisasi sempat mengalami dinamika internal yang hebat. Namun, ketangguhan Sahroni justru menjadi inspirasi bagi anggota lainnya.
Menariknya, di bawah kepemimpinan Sahroni, HDCI justru menunjukkan pertumbuhan pesat. Dari yang semula beranggotakan 3.800 orang, kini organisasi ini hampir menyentuh angka 5.000 member yang tersebar hingga ke mancanegara.

Menanggapi situasi nasional terkait polemik harga BBM, HDCI menunjukkan sisi empatinya dengan mengambil kebijakan strategis:
Pengurangan Agenda Touring: Mengurangi mobilitas besar untuk efisiensi BBM nasional.
Prioritas Sosial: Mengalihkan fokus energi organisasi pada kegiatan bakti sosial dan santunan anak yatim.
Meski membatasi touring rutin, HDCI tetap akan mengawal dua “hajatan” besar yang menjadi komitmen nasional, yakni Merdeka Ride(Jakarta-Bali) pada Agustus mendatang dan Pahlawan Tour di Bandung pada November 2026.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Sebuah simbol bahwa di balik jaket kulit dan motor besar, terdapat hati yang tetap peduli pada sesama. HDCI membuktikan bahwa mereka bukan sekadar klub hobi, melainkan persaudaraan yang teruji oleh waktu dan badai.

