Jakarta, Nusantarapos – Aktris Rachel Amanda kembali hadir dengan film horor terarunya berjudu Monster Pabrik Rambut garapan sutradara Edwin. Dalam film ini, Rachel memerankan karakter Putri, seorang pekerja pabrik yang harus menghadapi tekanan pekerjaan, tuntutan lembur yang melelahkan, hingga berbagai kejadian mistis yang perlahan mengancam keselamatan dirinya dan rekan-rekan kerjanya
Isu eksploitasi tenaga kerja dan kurang tidur menjadi salah satu tema utama yang diangkat dalam cerita. Menariknya, pengalaman ini bukanlah gal yang asing bagi Amanda pasalnya ia mengaku pernah merasakan kerasnya tuntutan pekerjaan saat masih merintis karier di industri hiburan hingga kondisi fisiknya benar-benar menurun.
“Kalau dulu sih pernah sampai 25 jam bahkan jatuhnya, tapi kayaknya it’s getting better. Fisik, rada panas dingin sih badan. Suaranya ilang. Tapi itu pengalaman,” kenang Rachel saat menghadiri konferensi pers dan press screening filmnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/6).
Rachel juga mengungkapkan bahwa pada masa itu dirinya belum menyadari bahwa kondisi kerja yang dijalani sebenarnya termasuk bentuk eksploitasi. Menurutnya, budaya kerja yang sudah dianggap normal membuat banyak orang menerima begitu saja tuntutan lembur dan kurang istirahat.
“Back then, mungkin karena umurnya juga masih lebih muda, kayaknya belum ngeh bahwa itu eksploitasi. Dan kayaknya karena sistemnya udah begitu dan semua orang mewajarkan. Mungkin sama kayak film Monster Pabrik Rambut gitu ya, mewajarkan begadang gak apa-apa, jadi banyak dari kita tadinya enggak ngerti bahwa itu eksploitasi,” bebernya.
Di film barunya ini sambung Rachel, ia punya tips tersebdiri untuk menampikan sosok putri yang kelelahan karena bekerja di luar batas, salah satunya penggunaan lensa kontak dengan diameter sedikit lebih besar dari ukuran normal matanya. Menurut artis 31 tahun ini, perubahan kecil tersebut dilakukan agar penonton merasakan ada sesuatu yang janggal dari karakter Putri tanpa terlihat berlebihan.
Selain itu, tim tata rias juga membuat efek mata cekung dengan tingkat berbeda untuk menunjukkan kondisi fisik setiap karakter yang semakin memburuk akibat kurang istirahat. “Tapi nambah diameter dikit. Jadi bukannya kayak contact lens hitam yang agak-agak Jepang anime gitu, enggak gitu,” jelasnya.
Tak hanya dari sisi visual, suasana lelah akibat kurang tidur juga dibangun melalui pola dialog para pemain. Rachel mengungkapkan bahwa ritme percakapan sengaja dibuat tidak selalu normal, terkadang terdengar melantur atau berubah tempo secara tiba-tiba. “Kadang kayak ngomongnya tuh rada ngelantur, kadang cepet, kadang enggak, gitu. Nah, ini tuh dikondisikan gimana sebenarnya dalam situasi biasa aja udah janggal,” katanya.
Film Monster Pabrik Rambut mengisahkan sekelompok pekerja di sebuah pabrik rambut yang terus dipaksa bekerja hingga larut malam. Kelelahan dan kurang tidur kemudian memicu berbagai kejadian aneh, mulai dari kesurupan hingga teror misterius yang mengancam nyawa mereka. Selain Rachel Amanda, film ini juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama lainnya seperti Lutesha dan Iqbaal Ramadhan, Sal Priadi dan masih banyak lainnya.
Film Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. (*)

