Gelar GIHES 2026, Gontor Tunjukan Pendidikan Pesantren ke Panggung Global

Konferensi Pers GIHES 2026/Foto: Arie (Nusantarapos.co.id)

Jakarta, Nusantarapos – Dalam rangka momentum 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), akan diselenggarakan Forum pertemuan tingkat global yang mempertemukan para pemimpin praktis akademisi pendidikan Islam, yaitu GIHES (Global Islamic Holistic Education Summit) di Hotel Borobudur, Jakarta pada 5-6 September 2026.

GIHES adalah forum untuk membangun jejaring antar pemimpin lembaga pendidikan pesantren di Indonesia atau pun luar negeri. Negara yang berpartisipasi tahun ini antara lain Malaysia, Thailand, Nigeria, Irak, Iran Amerika Serikat dan Mesir.

“Salah satu yang melatarbelakangi GIHES adalah kita ingin memberikan kontribusi ruang akademik bahwa bangsa Indonesia melalui pendidikan pesantren, melalui sistem holistiknya bisa melahirkan pemimpin global. Ini perlu diangkat di bidang global tidak hanya lokal. Semua masukan akan dipublikasikan dalam bentuk jurnal atau buku yang bisa dikonsumsi,” ujar Ketua Panitia GIHES K.H. Anang Rikza saat Konferensi Pers GIHES di bilangan Warung Buncit, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ketua Badan Wakaf Gontor sekaligus Wakil Ketua MPR RI Dr. KH. Hidayat Nurwahid berharap program yang dicetus dari pesantren Gontor ini nantinya bisa sukses diselenggarakan, apalagi rencananya Presiden Prabowo akan hadir pada 19 September 2026 bertepatan dengan perayaan 100 tahun Gontor di Ponorogo, JawaTimur.

“Kita berharap ini menjadi mukadimah untuk perhelatan 19 September, dimana Presiden Prabowo menyatakan berkenan akan hadir di Gontor,” ungkapnya.

Di sisi lain, Alumni Gontor sekaligus Ketum Muhammadiyah K.H. Din Syamsudin menegaskan Gontor sudah diakui keberadaannya sebagai lembaga pendidikan Islam modern dan telah melahirkan banyak alumni yang mempunyai kiprah di banyak bidang kehidupan.

Maka dari itu, ia menghimbau kepada seluruh elemen pendidikan Islam agar berpartisipasi di GIHES 2026 demi menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam.

“Saya mengimbau kepada praktisi pemikiran Islam baik individual atau para pemikir maupun praktisi terutama yang mengasuh Lembaga pendidikan Islam di Ponpes, SD, SMP, SMA, maupun Perguruan Tinggi untuk mengikuti GIHES 2026. Panitia masih membuka pendaftaran bersama pakar pendidikan dari mancanegara. Kita berdiskusi membuka pemikiran pendidikan islam holistik untuk diutamakan di Indonesia,” himbaunya.

Din Syamsudin juga mengatakan GIHES adalah ajang silaturahmi untuk tukar menukar pandangan, sehingga kelebihan yang ada di berbagai lembaga pendidikan dari Indonesia dapat dipertimbangkan untuk dipilih oleh pihak dari negara lain. Hal ini dilakukan demi memajukan lembaga pendidikan Islam di seluruh dunia.

“Pondok alumni Gontor yang ada 1400-an pesantren dan memiliki keunggulan masing-masing ini saatnya untuk bertukar pikiran dan pengalaman. Karena Gontor pun dilahirkan satu abad yang lalu dari sintesa keunggulan yang ada di dunia ini,” pungkasnya. (Arie)

Penulis: Arie Septiani