PACITAN, NUSANTARAPOS – Menjelang diperpanjangnya PPKM oleh Pemerintah, tidak membuat warga Kiteran Desa Kembang resah, bahkan mengadakan hajatan do’a meminta kepada sang Pencipta diberikanya keselamatan. Tidak mengurangi rasa hormat, protokol kesehatan tetap dijaga dan diberlakukan dilokasi kegiatan.
Tepatnya di ‘Babakan Nelayan’ Dusun Kiteran, Hanya dengan cara seperti itu, warga nguri – nguri budaya leluhur tetap dipertahankan. Adapun kegiatan disamping do’a diikuti solawatan menggunakan alat sederhana yang biasa digunakan selama ini.
Saat dikonfirmasi terkait kegiatan ini Selasa 10/8/2021, Kasun Kiteran, Slamet mengungkapkan, “Kami mengucapkan Rasa syukur Atas segala nikmat Dari Allah SWT, dalam suasana pandemi masyarakat Dsn kiteran Desa, Kembang yang mayoritas petani dan nelayan tetap tangguh dan bertahan. Dimalam satu Muharam dan bertepatan di bulan Agustus warga mengadakan kegiatan bertema DO’A untuk leluhur, kita bukan hanya memperingati tapi juga memaknai dari kemerdekaan yang hakiki.”
Dirinya menambahkan, kegiatan ini diikuti tampilan Hadrah” senthir” dilanjut sholawat khataman Nabi yang asli produk lokal Dusun Kiteran sebagai pelengkap kegiatan malam 1 (satu) muharam. Warga dusun Kiteran percaya dan yakin Allah adalah segalanya, Muhammad pencerahnya. Dan seleksi Alam adalah media menuju kemerdekaan Hati yang Hakiki.
Meskipun malam 1 (satu) Muharam 1443 H, sudah berlalu, Slamet berharap, warga kiteran kususnya dan pacitan pada umumnya, dapat mengambil hikmahnya. Memohon kepada Allah tidak harus dilakukan di Masjid, namun ditempat terbuka dan menyatu dengan alam sepanjang akidah yang diyakini tidak bertentangan dengan ajaran Rasulullah. (MJ)

