Cegah Literasi Investasi Rendah: Moduit Kolaborasi Pendidikan bersama UWKS

Surabaya, Nusantarapos – Meski di era modern saat ini investasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Nyatanya, untuk melakukan investasi, banyak pihak masih belum terbiasa dan merasa perlu. Apalagi di kalangan anak muda sebagai generasi dengan populasi hampir 1/3 dari jumlah penduduk Indonesia, yang dinilai masih belum sepenuhnya memahami arti investasi, apalagi melakukannya.

Sebagai generasi muda yang merupakan critical economic player, seharusnya generasi ini memiliki kemampuan yang tinggi dalam menentukan investasi, namun banyak dari mereka hanya memiliki literasi investasi rendah karena kurangnya pemahaman investasi sejak dini. Karena itu, Moduit dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) bekerja sama dalam upaya meningkatkan literasi pendidikan investasi.

Moduit, sebagai Digital Private Wealth Management Platform, sebuah perusahaan investasi daring yang terintegrasi, mengadakan kolaborasi pendidikan literasi investasi bersama Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang diadakan pada 10 Agustus sampai 14 Oktober 2021 dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang investasi dan pasar modal.

Kegiatan literasi pendidikan yang dibalut dalam kursus singkat ini dibentuk dalam rangka mendukung program pemerintah, khususnya kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dalam memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan diambil secara bebas.

Dalam kegiatan kolaborasi literasi investasi ini, Moduit, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang investasi, menghadirkan berbagai praktisi investasi untuk membantu memberikan materi kepada mahasiswa UWKS. Materi-materi yang diajarkan antara lain ialah Konsep Investasi dan Pasar Modal, Saham, Risiko Investasi dan Pengambilan Keputusan, Analisis Fundamental & Teknikal, Analisis Investasi, serta Industri Wealth Management.

Chief Marketing Office (CMO) Moduit, Stefanus Adi Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan literasi investasi ke berbagai kampus ini untuk meningkatkan pemahaman dasar kepada mahasiswa tentang dasar-dasar dari praktek dan kerja industri investasi dan pasar modal. “Kami ingin membantu para mahasiswa dan mahasiswi UWKS, bahkan beberapa kampus lain mengenai pengetahuan investasi. Ini penting, mengingat banyak pihak yang kesulitan mengelola investasi dengan baik,” tuturnya.

Berdasarkan pengalaman berbagai pihak, kata Stefanus, terdapat faktor yang dapat menyebabkan seseorang gagal dalam berinvestasi. Karena itu, mempelajari investasi merupakan suatu hal yang penting bagi orang-orang yang ingin mengelola hasil pendapatannya dengan baik. “Kita bisa lihat, biasanya banyak yang gagal dalam investasi karena beberapa hal, antara lain tidak memiliki tujuan, tergesa-gesa, tidak belajar faktor risiko, tidak diversifikasi investasi, dan tidak memiliki penasihat keuangan,” ujarnya.

Menurut penasihat keuangan yang tergabung sebagai Moduit Advisor, Zanira Hanifah, yang turut memberikan materi wealth management ini, kolaborasi literasi investasi ini untuk meningkatkan pemahaman pembelajar tentang pentingnya investasi. “Kita melihat, generasi muda rentan secara finansial. Diharapkan dengan adanya literasi ini, mereka dapat mempersiapkan diri di masa depan, khususnya dari sisi finansial,” katanya. Selain itu, manfaat belajar investasi juga dapat mendorong seseorang memiliki dana darurat dan merdeka secara finansial dalam kondisi apapun.

Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum dan Teknik Pembelajaran UWKS, Endang Retno Wedowati menambahkan, kolaborasi yang dilakukan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Pengetahuan mahasiswa tentang literasi keuangan masih minim. Karenanya diperlukan edukasi ini. Mahasiswa bisa dapat ilmu dari praktisi langsung,” ujar Duta Kampus Merdeka UWKS ini. Menurutnya, program ini sudah berjalan lancar dan diharapkan mahasiswa dapat menerapkannya dengan baik. (IRN)