TRENGGALEK, NUSANTARAPOS – Pembahasan rapat membahas Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) berjalan alot.
Rapat yang dilegar oleh Komisi III DPRD Trenggalek bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra tersebut terdapat beberapa catatan krusial terkait kepastian master plan dalam proses penyerapan hutang Pemkab.
“Ada beberapa hal urgen, kaitannya dengan rencana pembangunan rumah sakit dari pinjaman daerah,” kata Sukarodin Ketua Komisi III usai pelaksanaan rapat di ruang Komisi, Senin (30/8/2021).
Disampaikan Sukarodin, dalam perubahan anggaran keuangan 2021 ini akan ada pencairan anggaran dari hutang yang diajukan oleh pemerintah daerah kepada PT. SMI. Jadi saat PAK ini hutang akan cair sekitar Rp 37 Milyar.
Namun, sebelum mengarah kesana Komisi III meminta harus ada master plan yang jelas. Karena rancangan yang mengacu pada hutang ini harus direncanakan dengan jangka panjang dan konherensif.
“Jadi pencairan hutang akan dilakukan secara bertahap. Namun master plan yang saat ini kita permasalahkan,” tegasnya.
Menurut Sukarodin, karena di awal pencairan hutang yakni pada PAK akan cari Rp 37 Milyar yang akan digunakan untuk membangun penambahan gedung RSUD maka Komisi III meminta master plan kedepannya.
Pihaknya masih perlu melihat master plan ke depan, mengingat di lingkungan RSUD dr. Soedomo saat ini ada gedung PDAM, Dinas Kesehatan yang akan pindah dan serta ada gedung eks Akper yang juga belum tahu akan di gunakan untuk apa.
“Dari tiga gedung ini apakah tidak sebaiknya sekalian dimasukkan pada master plan rumah sakit, karena lingkungan yang sama,” ujarnya.
Ditambahkan Sukarodin, pihaknya masih perlu adanya evaluasi seperti fungsi gedung PDAM, Dinkes dan Akper yang juga, apalagi gandeng dengan RS, jadi master plan yang ada harus ada di tinjau ulang.
Jadi master plan sudah ada hanya saja belum mencakup gedung eks Dinkes, Akper dan PDAM. Karena kita rasa lokasi ini harus ya cukup satu lokasi RSUD.
“Jadi dalam menentukan master plan semua harus pandai memilih skala prioritas. Selain itu juga agar fokus pada satu lokasi,” ungkapnya.

