DAERAH  

Melalui Konsolidasi dan Sosialisasi GPMB, Taman Bacaan Kali Bambu Resmi Dibuka

Probolinggo, Nusantarapos – Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (PD-GPMB) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) di Taman Baca Sejati, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/09/21) sore dengan tujuan untuk membahas tentang pengukuhan pengurus PD-GPMB Kabupaten Probolinggo periode 2021-2025.

Dan selanjutnya, pengurus ini kedatangan Pengurus Pusat GPMB yaitu Bunda Rahayuningtyas, Minggu (26/09/21) untuk melakukan Konsolidasi, Konsultasi dan Pembukaan Taman Bacaan “Kali Bambu” di Desa Kalikajar Wetan, Paiton, Probolinggo. Acara ini berlangsung mulai pukul 10.00 – 13.30 WIB.

Tugas penting Rahayuningtyas di kepengurusan Pusat GPMB adalah Bina Organisasi GPMB Wilayah dan Daerah. Sesampainya di tempat acara, ia menyampaikan banyak hal kepada Pengurus Daerah GPMB Probolinggo, yang dalam hal ini disambut dan diwakili oleh beberapa pengurus PD GPMB Probolinggo yaitu, Saifullah, (Ketua PD GPMB Probolinggo), Abdullah, (Bendahara), Abdul Hamid (Koordinator Bidang Program dan Strategi Pembudayaan Kegemaran Membaca), dan Hesthiyono S Adhi (Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Promosi Minat Baca).

“Pentingnya PD GPMB Probolinggo membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar keberadaan GPMB di Probolinggo ini lebih lancar dan berkembang kegiatannya,” saran Rahayu kepada PD GPMB Probolinggo.

Banyak hal yang disampaikan oleh Rahayu kepada PD GPMB Probolinggo, selain tentang pembinaan keorganisasian, yang salah satunya adalah, bagaimana menghidupkan program literasi kebudayaan.

“Di Probolinggo dapat dipastikan memiliki khas atau karakter daerah yang berbeda dengan daerah-daerah di luar kabupatennya sendiri. Karena itu, khas daerah di Probolinggo perlu dijaga atau dilestarikan seperti caranya, menuliskannya serta kemudian dijadikan buku. Melalui buku tersebut, khas daerah di Probolinggo tidak hilang di telan zaman. Dengan adanya buku tersebut sehingga para generasinya lebih mudah mengetahui, melestarikan dan bahkan, dapat mengembangkannya,” harapnya.

Menurutnya, Taman Bacaan yang ada di kabupaten Probolinggo harus dikawal dan dibantu untuk dibuatkan proposal bantuan buku untuk diajukan ke Perpusnas.

“Taman-taman Bacaan yang ada di kabupaten Probolinggo perlu dikawal oleh PD GPMB Probolinggo. Jadikan komunitas yang berada bawah naungan PD GPMB untuk mendapatkan beragam judul buku-buku bacaan. Buatkan proposal untuk diajukannya ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas),” ucapnya.

Sementara itu, Abdul Hamid selaku Koordinator Bidang Program dan Strategi Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Hesthiyono selaku pengurus Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Promosi Minat Baca di dalam kepengurusan PD GPMB Probolinggo memberikan tanggapan positif dan dukungannya atas saran Bunda Rahayu.

“Terima kasih Bunda Rahayu. Hal demikian, seperti usulan Ibu Rahayu tentang proposal pengajuan bantuan buku-buku, memang sangat kami harapkan. Sehingga Taman-Taman Bacaan yang ada di Probolinggo lebih berkembang khususnya keberadaan koleksi-kokeksi atau buku-buku di Taman Bacaan lebih mudah untuk diminati masyarakat,” katanya.

“Memang perlu dukungan dari berbagai pihak. Adanya PD GPMB Probolinggo diharapkan lebih giat, termasuk peningkatan dan bertambahnya koleksi-koleksi bacaannya,” tanggap Hesthiyono sangat mendukung.

Melalui Konsolidasi dan Sosialisasi, Rahayu memberikan dua buku hasil karya Pengurus Pusat GPMB dengan judul : (1) Antologi Puisi Secangkir Kopi Pegiat Literasi dan (2) Strategi Networking & Fundraising GPMB.

Di saat yang sama, Ketua PD GPMB Probolinggo, Saifullah banyak mendapat saran dan harapan dari Bunda Rahayu. Ia menanggapinya seraya menghaturkan ucapan terima kasih.

“Sejumlah saran yang Bunda Rahayuningtyas sampaikan kepada PD GPMB Probolinggo akan kami tindaklanjuti. Selaku Ketua PD GPMB Probolinggo, kami merasa berterima kasih banyak atas kedatangan Bunda Rahayu. Karena dengan kedatangan Bunda Rahayu ini diharapakan ke depan hubungan PD GPMB Probolinggo dengan Pengurus Pusat (PP) GPMB semakin terjalin erat dan berharap untuk masa-masa selanjutnya di kepengurusan kami, PD GPMB Probolinggo, semakin berkembang dan dapat melahirkan GPMB-GPMB baik di tingkat Kecamatan, GPMB-GPMB di Desa-Desa maupun GPMB-GPMB di sekolah-sekolah/madrasah-madrasah di kabupaten Probolinggo (GPMB Khusus),” tanggap Saifullah selaku Ketua PD GPMB Probolinggo penuh semangat.

Kepada puluhan remaja setempat, yang merupakan penggerak kegiatan Taman Bacaan Kali Bambu, di Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rahayuningtyas juga memberikan semangat dan motivasinya kepada mereka, agar para remaja lebih giat dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan di Taman Bacaan Kali Bambu.

“Ayo bersama-bersama tetap bersemangat dan bergiat dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan literasi. Melalui Taman Bacaan Kali Bambu di Desa Kalikajar Wetan ini, saya memberikan pelatihan menulisan kepada semua yang hadir ini. Dan hasil tulisannya kita jadikan buku Antologi yang kita beri judul ‘Kisah Perjalanan Kehidupan.’ Untuk membantu mengolah tulisannya bisa saya bantu dan juga dibantu dengan Bapak Saifullah selaku penulis dan pendiri Taman Bacaan Kali Bambu. Kita agendakan untuk selanjutnya kembangkan beberapa kali penulisannya ini dalam beberapa minggu ke depan. Sekitar satu bulan buku tersebut sudah bisa terbit,” saran Rahayu kepada puluhan remaja, penggerak Taman Bacaan Kali Bambu.

Ia kemudian meresmikan pembukaan Taman Bacaan Kali Bambu dengan ucapan Bismillah dan bunyi alat tradisional “Thong-thong” atau sebagian menyebutnya, Tong-tong.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim dan dengan membunyikan alat tradisional berupa Thong-Thong kita nyatakan : Taman Bacaan Kali Bambu yang berada di Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, telah dibuka.” tandas Rahayu. (SIP & ADL)