Tuban, Nusantarapos – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ukhuwah, halaman belakang kantornya pada Selasa (19/10).
Mahabbah yang tercetus dari rasa syukur pegawai KPP Pratama Tuban nampak khusuk, nilai islami mulai terasa ketika awal acara. Ucapan tasykur itu terwujud dari bacaan salam dan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustad Hartono, salah satu pegawai pajak Tuban.
Lantunan ayat terdengar sangat merdu. Nikmat dan rasa syukur menjadi arti kalam Allah yanh sesang ditilawahkan. Dilanjutkan dengan bacaan Makhalul Qiyam oleh tim Qosidah Sirojul Umah. Yang menjadi tangga menuju kerinduan kepada Baginda Rasullah Nabi Muhamad SAW atas sunnahnya.
Karena beliaulah, sebagai umat islam melihat cahaya. Cahaya itu mampu mencerahkan tentang mudahnya beramal kebaikan. Amal Sholih bagi umat islam dipermudah dengan limpahan rohmat di dalamnya.
Sesuatu yang berharga hingga boleh diperhitungkan besar nikmat balasan yang diterima. Meski nikmat itu tidak akan mampu dihitung jikalau kayu dan lautan menjadi pena dan tinta. Sungguh besar ampunan serta pahala yang diterimakan kepada kaum Nabi Muhammad SAW Al Amin.
Besar Rahmas Allah membungkus amalan hambanya agar bisa masuk ke 8 pintu surga. Bahkan dalam hadist disebutkan, apabila wudhunya benar, rukun tertib san berdoa setelahnya maka bisa memilih masuk surga dari mana pintu sesukanya. Semua karena besarnya berkahnya menjadi ummat Nabi Muhammad dan rahmadnya Allah.
“Wujud kecintaan kita sebagai hamba itu bisa dengan Mahabbah, cinta kepada Nabi Muhammad SAW, karena ajaran beliau membawa berkah serta kemudahan. Besok yang membuka pintu surga adalah Nabi, tidak akan masuk ke surga kecuali menunggu seluruh ummatnya yang beriman. Kita sangat butuh Syafaatnya, agar bisa masuk surga, ini hadiah terbesar, ” isi ceramah KH. Ahmad Tamim Alhafidz.
Ditekankannya, bahwa manusia tempat salah, selalu salah dan banyak salahnya. Maka susah dipastikan melakukan Maksiat. Akan tetapi jangan sampai Maksiat itu diniati untuk menentang allah, tapi karena kelemahan manusia yang di ganggu syetan.
“Kita disini jelas melakukan kesalahan, mungkin terpaksa salah, akan tetapi kita harus berusaha menjauhinya, jangan coba -coba. Ini jelas diampuni kalau kita mau istighfar, itu barokahnya, ” ujarnya
Sementara itu Kepala KPP Pratama Tuban, Arif Puji Susilo bahwa bukti syukur dijalankan pihaknya dalam memperingati hari lahir Nabi Muhammad. Dengan ini akan lebih meningkatkan kerinduan kepada Rosulllah. Serta menjadi moment untuk mengevaluasi diri pribadi dalam segala aspek kehidupan.
Dirinya juga berterimakasih kepada para Kyai, Ustad yang bersedia memberikan tausiyah dan bacaan sholawat. Sehinga mampu menambah kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Rindu akan sunnahnya, khadistnya ajarannya hingga tauladhan kebijakan yang diberikan kepada ummatnya.
” saya berharap bertepatan dengan agenda ini dapat meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad. Semoga kita selalu menjadi hamba yang beriman dan mendapat mahabbah Nabi. Karena barang siapa yang selalu rindu kepada Nabi Muhammad maka di hari akhir akan bersamanya, ” ungkapnya.
Dalam agenda ukhuwah ini, KPP Pratama Tuban juga memberikan santunan anak yatim piatu kepada Yayasan Sirojul Ummah asuhan Ustad Doktor Mujib Ridwan. Puluhan karyawan datang dalam agenda tersebut dengan wajib menerapkan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19. (Afi).

