TMMD  

Talkshow “Surya Merekah di Ufuk Konawe” sebagai Media Sambung Rasa Dihadiri Ratusan Warga

Kodim 1417/KDI bekerjasama dengan RRI (Radio Republik Indonesia) Sulawesi Tenggara, mengadakan acara Talkshow bertema “Surya Merekah di ufuk Konawe”. Acara ini dibuat dalam tampilan yang fresh dan informal, sebagai bentuk media sambung rasa antara masyarakat di 5 desa tempat kegiatan TMMD 104 yang berlokasi di Kecamatan Anggotoa, Konawe, dengan TNI dan Pemerintah Daerah. Pihak TNI sendiri juga menggali hal-hal yang telah dilakukan dan menyerap umpan balik dari masyarakat terhadap program TMMD 104.

Bertindak sebagai narasumber, Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya (Dansatgas TMMD 104 Konawe), Ferdinand, Sp.Mh ( Sekda Pemda Kabupaten Konawe), dan Kol.(Inf) Mochammad Lutfie Beta (Wakil Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD 104).

Dalam uraiannya, Dansatgas TMMD 104 mengatakan, dari 5 sasaran fisik yang menjadi fokus pekerjaan dalam TMMD ini, sudah sekitar 90 persen diselesaikan dengan baik. “Kami mentargetkan tanggal 24 Maret, semua kegiatan sudah selesai. Sehingga sebelum tanggal 27 Maret (penutupan TMMD), para anggota satgas memiliki waktu istirahat yang cukup untuk mempersiapkan acara penutupan”, katanya.

Sementara itu, Kol. Muhammad Lutfie sebagai perwakilan dari Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) TMMD 104, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap progress TMMD 104 di Konawe ini. Diantaranya kegiatan IB (Inseminasi Buatan) yang merupakan pertama kali dan satu-satunya dalam kegiatan TMMD, dimana TNI melalui perangkat Babinsa mampu melakukan proses inseminasi buatan. “Ini sebuah terobosan baru, dan semoga menjadi standar bagi kegiatan TMMD berikutnya, ” katanya.

Seorang warga yang menjadi bapak asuh prajurit TNI di Desa Karandu, juga menyatakan penghargaannya kepada TNI. “Kalau kami malah menginginkan agar TMMD itu jangan berhenti, terus ada disini,” ujarnya. Acara ini juga menghadirkan Babinsa yang menjadi inseminator sapi, Serda Hamrullah. Tawa hadirin riuh ketika Serda Hamrullah menjelaskan proses inseminasi buatan terhadap sapi secara jenaka.

Bayu Firmansyah, dari RRI Sultra, memandu acara ini secara akrab dan interaktif. Di jeda antar sesi talkshow, hadirin juga dihibur dengan iringan musik bertema lagu-lagu lawas perjuangan, yang disajikan dengan apik. Talkshow ini juga disiarkan secara live oleh RRI Sulawesi Tenggara, yang menerjunkan 16 crew untuk mendukung acara ini.