DAERAH  

10 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Gaspol

BALI – Udara hangat Bali, Jumat (8/8/2025), jadi latar pertemuan besar yang terasa santai tapi sarat makna. Para gubernur dari seluruh provinsi duduk bersama menteri, wakil menteri, pimpinan BUMN, dan lembaga terkait.

Topiknya: bagaimana menggerakkan ekonomi desa biar makin ngebut. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari gebrakan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meresmikan 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) se-Indonesia. Kali ini fokus diarahkan pada percepatan operasional 10 ribu Kopdes Merah Putih tahap awal—tim inti yang akan turun ke lapangan lebih dulu.

Bali dipilih sebagai pusat koordinasi nasional bukan cuma karena panoramanya yang indah, tapi juga letaknya strategis, akses logistik yang mudah, dan kesiapan infrastrukturnya. Dari pulau ini, program akan dikawal agar setiap Kopdes mampu mengembangkan potensi lokal—mulai dari pertanian, perikanan, hingga industri kreatif.

Menko Pangan Zulkifli Hasan, yang menginisiasi pertemuan ini, menegaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih tak hanya menjadi instrumen ekonomi, tapi juga sarana memperkuat kemandirian desa.

“Kita ingin desa-desa di seluruh Indonesia menjadi sentra produksi yang berdaya saing, mandiri, dan mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarn Zulhas sapaan akrabnya.

Wamenkop sekaligus Ketua Pelaksana Harian Satgas Kopdes Merah Putih, Ferry Juliantono, memaparkan bahwa Agustus ini ditargetkan sekitar 10 ribu Kopdes mulai operasional secara bertahap.

“Untuk itu, koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi sangat penting,” tegas Ferry, Sabtu (9/8/2025).

Ia menjelaskan, fase awal ini mencakup pelatihan pengurus koperasi, pematangan aset yang akan digunakan, serta finalisasi skema pembiayaan dan model bisnis. Dukungan regulasi yang fleksibel juga diupayakan agar program berjalan mulus.

Dengan dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN, targetnya seluruh 10 ribu Kopdes Merah Putih tahap awal dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat, sebelum program diperluas ke seluruh 80 ribu koperasi desa yang telah terbentuk.

Harapannya, inisiatif ini menjadi fondasi baru ekonomi kerakyatan, memperkokoh ketahanan pangan, serta memastikan kesejahteraan masyarakat desa di masa depan. Kalau sukses, Bali tak hanya dikenal karena pantainya, tapi juga sebagai titik awal gerakan ekonomi desa terbesar di Indonesia.