JAKARTA, NUSANTARAPOS – Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) menggelar resepsi Milad ke-120 tahun di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (6/11/2025). Acara ini menjadi momentum refleksi sejarah panjang perjuangan organisasi Islam tertua di Indonesia sekaligus mempertegas arah gerak baru SI dalam dakwah ekonomi umat.
Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, dalam pidato utamanya menyampaikan bahwa sejak berdirinya di Laweyan, Solo, pada 16 Oktober 1905, Syarikat Islam telah memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa. Tokoh-tokohnya dikenal sebagai perumus cita-cita dan pelaku perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Para pendahulu Syarikat Islam telah merumuskan Program Asas dan Program Tandhim yang sangat visioner, jauh sebelum Indonesia merdeka. Program Asas yang dirumuskan sejak tahun 1917, serta Tafsir Program Asas tahun 1931 yang disiapkan langsung oleh H.O.S. Tjokroaminoto, hingga kini masih menjadi pedoman bagi gerak langkah organisasi,” ujar Hamdan di Jakarta, Jumat (6/11/2025).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan, Program Asas Syarikat Islam kala itu bertujuan mewujudkan kemerdekaan sejati bangsa melalui persatuan umat, kemerdekaan ekonomi, tata kehidupan rakyat yang berdaulat, serta keadilan sosial dan ekonomi.
Menurutnya, kemerdekaan sejati bukan sekadar lepas dari penjajahan, tetapi mencapai kehidupan adil, makmur, dan diridai Allah SWT — baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr.
Apresiasi Kebijakan Ekonomi Pemerintah Prabowo
Dalam kesempatan tersebut, Hamdan Zoelva juga menyampaikan apresiasinya terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan ekonomi rakyat bawah dan pedesaan.
“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang mengambil jalan ekonomi baru, dengan arus utama pembangunan rakyat bawah dan desa, termasuk secara masif membangun koperasi desa yang dinamakan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia,” kata Hamdan.
Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat dakwah ekonomi yang kini menjadi fokus utama gerakan Syarikat Islam.
Dakwah Ekonomi Sebagai Arus Utama Gerakan SI
Lebih jauh, Hamdan menegaskan bahwa Syarikat Islam ke depan harus fokus pada dakwah ekonomi umat, yakni dakwah yang diwujudkan melalui pengembangan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi berbasis syariah.
“Dakwah ekonomi adalah dakwah yang dilakukan melalui pemberdayaan dan penguatan ekonomi umat, serta pengembangan ekonomi Islam dengan prinsip syariah. Optimalisasi potensi wakaf, zakat, infak, sedekah, dan seluruh aspek filantropi Islam harus diarahkan untuk kemajuan ekonomi umat,” tegasnya.
Selain itu, Syarikat Islam juga berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi halal nasional, sebagai salah satu motor penggerak kemandirian ekonomi umat di era globalisasi.
Transformasi dan Pembaruan Organisasi
Di akhir pidatonya, Hamdan menegaskan bahwa transformasi berkelanjutan adalah kata kunci untuk menjaga relevansi Syarikat Islam di tengah tantangan zaman.
“Transformasi adalah upaya pembaruan organisasi melalui penyegaran visi, misi, dan aktivitas yang disesuaikan dengan tantangan masa. Karena itu, Syarikat Islam kini tengah melakukan transformasi besar-besaran dalam bidang visi dan misi, tata kelola, serta kegiatan organisasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Perayaan Milad ke-120 tahun ini juga menjadi momentum bagi Syarikat Islam untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto dan para pendiri SI, yakni menjadikan Islam sebagai sumber nilai dalam membangun kemandirian bangsa melalui ekonomi umat yang kuat, berdaulat, dan berkeadilan, pungkas Hamdan.

