Bekasi, NUSANTARAPOS.CO.ID – Dalam rangka memperingati hari pahlawan nasional organisasi masyarakat (ormas) Prabowo Utama (Prabu) mengadakan turnamen catur di Wisata Depati Sumur Bambu, Cibarusah, Bekasi, Minggu (9/11/2025). Setidaknya ratusan pecatur dari Jabodetabek menghadiri kegiatan tersebut.
Sekjen Prabu, A. Amar mengatakan kegiatan ini kami adakan dalam rangka memperingati hari pahlawan nasional. Selain itu ini sebagai sarana untuk menyalurkan hobi masyarakat yang suka bermain catur.
“Selama ini kita lihat para pemain catur seperti kurang terarah, mereka buang waktu tanpa ada hasil. Untuk itu kami lakukan turnamen ini supaya berpikir tapi ada hasil, seperti turnamen kali kami memberikan hadiah total Rp 10 juta,” ujarnya disela kegiatan.
Lebih lanjut Amar menjelaskan dalam turnamen yang kami adakan ini dihadiri lebih dari seratus peserta. Itu menandakan antusiasme masyarakat terhadap permainan catur cukup tinggi.
“Setidaknya ada 6 klub se Jabodetabek yang telah ikut memeriahkan lomba catur ini. Melihat antusiasme tersebut, kami berencana mengadakan turnamen serupa di daerah-daerah karena ini kegiatan yang bagus,” katanya.
Amar menjelaskan pada momen hari pahlawan semoga kita bisa lebih menumbuhkan rasa kebersamaan, kita juga ingin mendukung olahraga catur menjadi lebih berkembang dan disukai masyarakat.
Prabu yang mempunyai history emosional terhadap Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto akan mendukung program pemerintahan. “Yang jelas antara Prabu dengan Pak Prabowo ini ada hubungan emosional, sejak tahun 2019 ada history dimulai dari Go Prabu lalu bertransformasi menjadi Prabu,” terangnya.
Amar menerangkan terkait pemberian gelar pahlawan terhadap Soeharto saya rasa itu ada beberapa kategori untuk mendapatkannya. Dan itu semuanya ranah kementerian, mereka punya spesifikasi apakah layak atau tidaknya mantan Presiden RI ke-2 itu menjadi pahlawan nasional.
“Selama ini almarhum Pak Soeharto kan sudah diberikan gelar bapak pembangunan, kalau beliau mau dijadikan pahlawan nasional ada hal yang lebih berhak menentukan itu. Pada dasarnya kami melihat yang positifnya saja, selebihnya biarkan lembaga yang menentukannya,” pungkasnya.

