PALEMBANG,NUSANTARAPOS, – Ruang Auditorium STISIPOL Candradimuka Palembang pada Sabtu siang 8 November 2025 dipenuhi gelora semangat ketika R.A. Aisyah SE., MM., Ketua Harian Srikandi TP Sriwijaya, tampil berorasi dan membacakan puisi dalam Deklarasi Koalisi Sipil Dukung Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Perempuan Nasional.
Di tengah sorotan masyarakat adat, akademisi, aktivis perempuan, dan tokoh budaya Sriwijaya, Aisyah berdiri mantap. Kehadirannya menjadi simbol suara perempuan Palembang yang bangkit untuk memperjuangkan pengakuan terhadap tokoh perempuan agung dari Bumi Sriwijaya itu.
Dalam orasinya, Aisyah menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar seremonial, melainkan peneguhan sejarah perempuan Nusantara.
“Hari ini kita tidak hanya berkumpul. Kita menyalakan kembali api sejarah. Ratu Sinuhun adalah penjaga martabat Sriwijaya, dan negara wajib mengakui jasanya,” ujarnya dengan lantang.
Ia menuturkan bahwa sejarah Indonesia menyimpan banyak sosok perempuan hebat yang belum mendapat tempat setara dalam literasi bangsa.
Ratu Sinuhun, menurutnya, adalah representasi keteguhan dan kecerdasan perempuan Sriwijaya yang selama berabad-abad memayungi rakyatnya dengan kebijaksanaan. Dalam siarannya saat dihubungi melalui Jarsosmed, Senin (10/11/2025).
“Pengakuan terhadap Ratu Sinuhun adalah pengakuan terhadap kontribusi perempuan. Ini perjuangan moral, perjuangan budaya, dan perjuangan martabat,” imbuh Aisyah.
Setelah orasi, suasana ruangan hening ketika Aisyah membacakan puisi ciptaannya berjudul “Syair Ibu Peradaban Sriwijaya”. Dengan suara yang lembut namun tegas, setiap baitnya mengalun penuh makna:
“Di tanah tempat para leluhur menanam cahaya, berdirilah seorang Ibu bangsa, penjaga marwah Sriwijaya….”
Hadirin tampak terpukau. Beberapa di antaranya tak mampu menahan haru.
Usai pembacaan puisi, Aisyah berkata pelan namun tegas: Syair ini adalah persembahan kami, persembahan Srikandi TP Sriwijaya untuk leluhur perempuan yang mengajarkan keberanian dan kasih.
Tepuk tangan panjang pun memenuhi ruangan, menandai dukungan moral yang mengalir deras terhadap perjuangan pengusulan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Perempuan Nasional.

