HUKUM  

Ruth Simamora Jadi Caketum AAI Perempuan Pertama, Usung Persatuan Organisasi

Jakarta, NUSANTARAPOS – Untuk pertama kalinya dalam sejarah Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) muncul sosok perempuan yang berani mendeklarasikan menjadi calon ketua umum, perempuan tersebut adalah Ruth M. Simamora, SH., MKn. Dalam deklarasi yang diadakan di Hotel Ashley Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025) malam itu dihadiri oleh Advokat senior seperti Prof. Dr. OC. Kaligis, SH., MH., Prof. Dr. Suhandi Cahaya, SH., MH., MBA., dan Hartono Tanuwidjaja, SH., MH., serta para advokat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ruth Simamora mengatakan tidak lain tidak bukan saya percaya bahwa sebenarnya anggota AAI rindu untuk bersatu. Jadi kalau saya berprinsip tidak ada yang mustahil di dunia ini pasti semua bisa diselesaikan.

“Dengan saya menjadi caketum ini adalah karena mungkin selama ini dipimpin oleh laki-laki, maka mungkin ini sudah saatnya kita wanita juga bisa ambil alih dalam artian yang baik bukan dengan melakukan suatu kudeta. Setidak-tidaknya mungkin dengan dipimpin seorang wanita kondisi akan lebih nyaman sehingga bisa duduk bersama, saling memahami dan dengan kelembutan wanita yang lainnya bisa melepaskan ego atau ambisinya masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut Ruth menyatakan, karena pada dasarnya saya ingin AAI menjadi suatu organisasi advokat yang profesional, berintegritas dan visioner. Ini sudah waktunya kita memandang ke depan, bukan lagi membahas mengenai gender.

“Siapapun pemimpinnya sepanjang dia mempunyai visi misi yang sama yaitu mampu menyatukan AAI dimana banyak Advokat di dalamnya yang hebat-hebat maka kita bertanggungjawab terhadap kepercayaan yang diberikan oleh para Advokat ketika menjadi ketua umum,” ujarnya.

Caketum AAI Ruth M Simamora, SH.,MH., foto bersama Yudhi Bimantara, SH., MH., selaku Tim Sukses.

Ruth menjelaskan saat ini tujuan saya tidak muluk-muluk, kalau kita bersatu sehingga bisa bersama-sama akan ada banyak sekali input atau masukan dari anggota. Namun mindset juga harus kita ubah bahwa berorganisasi itu tidak hanya kumpul semata tapi juga harus memberikan dampak positif.

“Artinya apa, kita bukan menunggu tetapi action, kita jangan bersifat pasif apalagi anggota-anggota ini banyak juga yang berada tidak hanya di Jakarta. Sehingga jika saya menjadi caketum, ingin mengajak kepada para Advokat yang di Jakarta untuk lebih berkontribusi bagi organisasi,” tuturnya.

Yang pasti, tambah Ruth, dari segi pengetahuan hukum kita mungkin sama, karena sama-sama sarjana hukum namun dari segi skill kita mempunyai kemampuan berbeda. Jika nanti saya menjadi ketua umum AAI akan menyelenggarakan program-program pendidikan berkelanjutan, dimana pendidikan tidak harus datang semua tapi bisa melalui online.

“Saya bercita-cita yang namanya Advokat muda di AAI bisa berkontribusi aktif, kita sebagai senior hanya mengarahkan dan memberikan ide kepada advokat junior agar mereka bisa menjadi eksekutor yang baik. Terlebih semangat mereka sangat tinggi tentunya mereka juga mempunyai ilmu yang lebih maju dari kami,” cetusnya.

Menurut Ruth, generasi Advokat sekarang sudah berbeda dengan generasi yang dulu, jadi kami tidak bisa pungkiri itu sehingga skill juga harus bisa di update. Untuk itu bagaimana caranya di daerah-daerah juga kita rangkul untuk mengikuti pendidikan secara online, karena baik dari segi bahasa, skill, teknologi dan semuanya.

“Kita harus bisa berpikir agar bisa sejajar dengan organisasi lain yang sejenis ataupun organisasi profesi lainnya dan kita juga harus bisa sejajar dengan Advokat asing. Jika saya menjadi ketua umum maka akan mengajak para pengurus untuk sama-sama memajukan AAI,” paparnya.

Foto bersama pada deklarasi Ruth M Simamora, SH., MH., sebagai calon ketua umum Asosiasi Advokat Indonesia.

Ruth menerangkan karena saya tahu sekali banyak Advokat kita itu sebetulnya hebat-hebat namun terkendala sehingga tidak bisa memberikan dampak atau kontribusi akibat ricuhnya organisasi yang sebenarnya hanya dipelopori oleh beberapa kelompok sehingga itu yang kami sayangkan.

“Untuk itu saya ingin mengajak semua bersatu, karena dengan bersatu itu akan sangat baik untuk kemajuan bersama. Seperti tagline saya maju bersama untuk bersatu,” pungkasnya.

Ciptakan Sejarah di Asosiasi Advokat Indonesia

Sementara itu Yudhi Bimantara, SH., MH., selalu ketua tim sukses Ruth M. Simamora menjelaskan meskipun beliau adalah seorang perempuan, namun saya melihat visi misinya dalam mencalonkan diri sebagai calon ketua umum bisa diterima oleh Advokat muda. Biasanya Advokat senior itu top down hanya memerintah, tapi kak Ruth ini tidak.

“Dia justru lebih suka diskusi untuk mendengarkan kami, sehingga itulah alasannya kami mau mendukung beliau. Contohnya dalam penyelenggaraan acara ini saja, gimana baiknya timses ? Selama itu baik, ya saya oke begitulah katanya,” katanya.

Sehingga, lanjut Yudhi, saya pikir di sini ada suatu semangat yang beda dari yang lain. Di sini lain kita juga menyadari ada dinamika yang terjadi di AAI, dimana saat ini kita terbagi menjadi 3 kepemimpinan.

“Sehingga kami coba menawarkan sesuatu yang baru, dimana salah satu caketum merupakan seorang wanita sedangkan 2 lainnya laki-laki. Ini juga bisa menjadi catatan bahwa sejauh ini belum pernah ada ketua umum dari perempuan, semoga dengan pencalonan kak Ruth menjadi sebuah sejarah seorang perempuan bisa menjadi ketua umum pertama,” ujarnya.

Selain itu, tambah Yudhi, semuanya adalah berawal dari niat, kami melihat niat kak Ruth adalah untuk menyatukan sementara yang lainnya saya tidak tahu. Yang pentingnya niat awalnya adalah bersatu, semoga karena beliau perempuan dan punya semangat menyatukan maka akan membawa sesuatu yang hangat di dalam kontenstasi Munaslub AAI nantinya.

“Terbukti dalam deklarasi malam ini kami mengundang kedua belah timses kandidat caketum, mereka pun terkonfirmasi akan hadir namun karena terkendala macet jadi hanya salah satu timses yang hadir. Ini membuktikan bahwa niatan caketum dari kami memang untuk menyatukan kembali AAI yang saat ini sedang mengalami dinamika,” ungkapnya.