SURABAYA, NUSANTARAPOS – HIPPII Jawa Timur Gelar Rapat Kerja 2026: Perkuat Peran IPCN dan Standarisasi Digitalisasi Pembelajaran di Era Kompetisi Pelatihan Kesehatan
Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi Indonesia (HIPPII) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Tahunan 2026 di Hotel Kampi Surabaya, Minggu (7/12/2025).
Acara ini dihadiri lebih dari 20 pengurus HIPPII Jatim, terdiri dari para Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) yang terbaik dari berbagai rumah sakit di Jawa Timur, termasuk beberapa tenaga ahli yang juga berperan sebagai surveyor akreditasi rumah sakit.
Sebagai organisasi profesi yang konsisten meningkatkan kompetensi perawat dan mutu pelayanan kesehatan, HIPPII menegaskan kembali perannya sebagai garda terdepan dalam pengembangan standar pencegahan dan pengendalian infeksi di Indonesia. HIPPII Jatim sendiri merupakan salah satu cabang aktif yang menginisiasi lahirnya Standar Kompetensi IPCN Indonesia, sebuah pijakan penting bagi profesional PPI di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Ketua HIPPII Jawa Timur, Bernadetta Indah Mustikawati, Amd.Kep., SKM., M.Kes, menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang—mulai dari pelayanan, diklat, kerja sama, hingga informasi dan komunikasi—untuk membangun sistem organisasi yang lebih solid dan terintegrasi. “ Raker itu cepat dan singkat karena 5% program mudah dikerjakan. Namun 95% sisanya adalah bagian eksekusi. Ini yang harus bisa terealisasi dengan baik,” ujar Bernadetta yang kebetulan berulang tahun dan mendapatkan banyak ucapan selamat ulang tahun dari para anggota pengurus HIPPII Jatim.
Pada kesempatan yang sama, Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) menangkap salah satu isu strategis bahwa Training Market Expansion atau ekspansi lembaga pelatihan kesehatan yang tersertifikasi Kemenkes semakin pesat, menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan bagi HIPPII Jatim, maka perlu dibuat Standar Digitalisasi Pembelajaran yang lebih baik.
“ Selain menyusun standar pelatihan webinar, kita juga sudah memperbaiki Web HIPPII Jatim kita menjadi lebih visual dan marketable. Akses dan penggunaannya lebih mudah. Kita menjawab tantangan bahwa Training Market Expansion atau ekspansi lembaga pelatihan kesehatan yang tersertifikasi Kemenkes semakin pesat, menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan bagi HIPPII Jatim, maka perlu dibuat Standar Digitalisasi Pembelajaran yang lebih baik, “ kata Ns. Mohamad Taji, SKep.,MKep, ketua bidang infokom sambil simulasi web terbarunya. (Santi)

