CILACAP, NUSANTARAPOS.co.id – Ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) berangkat menuju Jakarta untuk menggelar aksi damai di depan Istana Negara, Rabu (17/12/2025). Massa aksi diperkirakan berjumlah sekitar 500 hingga 750 orang.
Keberangkatan massa dipusatkan di Kantor SNI, Cilacap. Mereka bertolak ke Jakarta dengan tujuan menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait tuntutan peningkatan kesejahteraan nelayan serta perlindungan terhadap industri perikanan nasional.
Aksi damai ini diikuti dan dipimpin oleh sejumlah organisasi nelayan dan pelaku usaha perikanan, di antaranya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Asosiasi Pengusaha Perikanan Indonesia (APPI). Dalam aksinya, massa membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan.
Beberapa tuntutan utama yang disuarakan antara lain peningkatan harga jual ikan, perlindungan nelayan dari praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), serta perluasan akses pasar ekspor bagi produk perikanan Indonesia.
“Pemerintah harus mendengarkan aspirasi kami. Nelayan ingin harga ikan yang lebih layak, perlindungan dari praktik illegal fishing, serta akses pasar ekspor yang lebih luas agar industri perikanan nasional bisa berkembang,” ujar Edy Santoso, Ketua Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI), yang diwakili oleh Agustin.
Melalui aksi damai ini, para nelayan berharap Presiden dapat menerima dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan. Mereka juga mendesak agar penegakan aturan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal benar-benar diterapkan secara tegas dan konsisten.
Para peserta aksi menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara tertib dan damai sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan nelayan dan keberlangsungan industri perikanan di Indonesia. (Asih)

