HUKUM  

Perbaikan Kebocoran di Apartemen Puri Orchard Memakan Waktu 1 Tahun, Ada Apa?

Penampakan apartemen Puri Orchard secara keseluruhan dan Yuliyanto selaku kuasa hukum Chen Jun Moi (Liza).

Jakarta, NUSANTARAPOS – Salah satu pemilik unit apartemen Puri Orchard, Chen Jun Moi (Liza) merasa kecewa dengan management Puri Orchard karena dirinya mengeluhkan adanya kebocoran air yang masuk di dalam unit apartemen miliknya. Apa yang dikeluhkan olehnya seperti tidak ditindaklanjuti, padahal hal tersebut sudah terjadi sejak bulan Juni 2024 lalu.

Karena kecewa dengan lambatnya management Puri Orchard, maka Liza menunjuk Law Firm Jakarta Justice sebagai penasehat hukumnya melayangkan somasi. Dimana somasi tersebut dilayangkan pada 15 Desember 2025, dengan nomor : 037 /SOMASI/LF JJ /XII/2025.

“Awal mulai saya menyampaikan keluhan adalah ketika mendatangi apartemen dan melihat ada kebocoran. Lalu saya pergi ke kantor pengelola Puri Orchard, di sana saya bertemu dengan Pak Reza selaku Building Management dan Supervisor bernama Ibu Alexia kemudian bagian Tenant Relation (TR) menginput laporan tersebut,” katanya Chen Jun Moi alias Liza kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (5/1/2026).

Liza mengatakan, setelah saya tunggu 2 hari sejak laporan itu ternyata belum ada kabar akan diperbaiki. Bahkan saya nantikan sampai seminggu dan satu bulan kemudian juga belum ada kabarnya.

“Kemudian saya tanyakan kenapa belum dikerjakan? TR yang bernama Rio itu mengatakan bahwa setiap laporan yang masuk kami tampung, karena sebentar lagi akan ada pemilihan ketua P3RS yang baru maka keluhan tersebut akan diserahkan ke P3SRS,” ujarnya.

Liza menjelaskan kebocoran ini bukan hanya saya yang mengalami, tapi unit-unit lain juga banyak yang mengalami dan hampir setiap hari ada kebocoran hal itu berdasarkan informasi dari karyawan yang sudah risent bernama Yola.

“Selain itu saya juga mengecek kepada warga atau penghuni apartemen juga mengakui banyak kebocoran dari toiletnya. Bahkan dari tempat lain juga kalau hujan mengalami kebocoran,” paparnya.

Selain itu, lanjut Liza, sudah diakui dan dibenarkan juga oleh manager marketing, karena pipa yang digunakan tidak bisa menahan panas. Sehingga para penghuni dilarang untuk menggunakan porstek, katanya porstek itu dilarang untuk mencuci lantai karena bisa merusak lantai dan mengakibatkan bocor.

“Padahal itu diakibatkan karena pipa yang digunakan tidak bisa menahan panas. Karena hal tersebut sudah tidak ditanggapi bertahun-tahun, maka saya menunjuk Law Firm Jakarta Justice untuk melayangkan somasi kepada management Puri Orchard, semoga dengan adanya kuasa hukum akan ada penyelesaian persoalan yang sudah terjadi sejak 2024 lalu,” pungkasnya.

Liza juga menyayangkan pihak management apartemen Puri Orchard yang sering berganti-ganti sehingga ketika ditambah ketika ada keluhan dari para pemilik ataupun penghuni seperti diacuhkan. Contohnya saya menyampaikan keluhan pada Juni 2024 namun baru selesai pada 12 Juli 2025 saat saat kembali menerima kunci dari management.

” Sebenarnya kebocoran ini bukan baru pertama kali terjadi, sejak serah terima di tahun 2018 dalam keadaan unit kosong pun sudah ada kebocoran dari toilet atas. Kemudian diperbaiki sekitar 3 sampai 4 bulan saya titipkan kunci, setelah itu tetap masih ada kebocoran dan ini bocor ketiga kali karena bocor paling dahsyat sampai merusak bagian lainnya bersumber dari toilet dan pengerjaannya juga tidak langsung dikerjakan sehingga membutuhkan waktu ± 1 tahun lamanya,” ungkapnya.

Yuliyanto selaku kuasa hukum Chen Jun Moi menyatakan saya melihat kejadian ini ada dugaan pelanggaran hak-hak konsumen. Sehingga kami pun telah bersurat kepada management apartemen Puri Orchard untuk menjelaskan duduk permasalahannya dan mencarikan solusinya.

Sementara Chief Tenant Relation Apartemen Puri Orchard Fahmi Zulkarnaen ketika dikonfirmasi berkilah tidak memegang data terkait keluhan tersebut terlebih dirinya sedang berada di jalan.”Enaknya sih kita ketemuan pak beserta pemilik yang mengadukan hal ini ke bapak supaya informasinya bisa berimbang. Ditambah untuk saat ini saya tidak pegang data dan lagi dijalan,” katanya.